Bos Facebook Yakin Hanya 87 Juta Data yang Dicuri

Jum'at, 06 April 2018 - 14:07 WIB
Bos Facebook Yakin Hanya...
Bos Facebook Yakin Hanya 87 Juta Data yang Dicuri
A A A
NEW YORK - Tidak 50 juta, tetapi 87 juta data pengguna Facebook yang dicuri teknologi dan perusahaan konsultan politik, Cambridge Analytica. Angka itu jauh lebih tinggi daripada laporan berita sebelumnya dalam kebocoran data Facebook.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan ia menerima tanggung jawab karena gagal melindungi data pengguna tetapi bersikeras bahwa ia masih merupakan individu terbaik untuk memimpin jaringan dua miliar pengguna.

"Saya percaya hidup adalah belajar dari kesalahan dan mengidentifikasi cara bergerak maju. Ketika Anda mengembangkan sesuatu seperti Facebook pertama di dunia, ada sesuatu yang salah yang akan terjadi," katanya seperti dilansir dari Mirror.

Zuckerberg mengatakan, sebanyak 87 juta pengguna merupakan perkiraan tertinggi bagi mereka yang terpengaruh dengan kebocoran itu berdasarkan jumlah maksimum koneksi ke pengguna yang mendownload kuis peneliti akademis yang mengambil profil pribadi pengguna.

"Saya yakin itu tidak akan lebih dari 87 juta, itu mungkin kurang," katanya.

Untuk memperbaiki masalah itu, Zuckerberg mengatakan Facebook harus memikirkan kembali hubungan mereka dengan orang-orang yang dekat dengan mereka dan itu akan memakan waktu beberapa tahun untuk memulihkan kepercayaan pengguna.

Zuckerberg akan memberi kesaksian kepada Komite Dewan Perdagangan dan Power Amerika Serikat minggu ini.

Sementara itu, perusahaan Inggris menanggapi pengumuman Facebook dengan mengulangi tuduhannya bahwa mereka tidak menggunakan data dari jejaring sosial dalam pemilihan Presiden AS pada tahun 2016.

"Cambridge Analytica tidak menggunakan data Facebook GSR (Penelitian Sains Global) atau setiap terbitan data itu dalam pemilihan Presiden AS dan kami melisensikan data dari GSR bagi 30 juta individu bukannya 87 juta," kata perusahaan tersebut.

Dalam perkembangan terkait, Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer, mengatakan media privasi baru untuk pengguna jaringan media sosial tersedia pada hari Senin.
(wbs)
Berita Terkait
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Cara Mencari Akun Facebook...
Cara Mencari Akun Facebook yang Hilang dan Lupa Kata Sandi
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan...
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan Akun Facebook yang Dibajak
84% Konten Disinformasi...
84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Enggan Kehilangan Pengguna,...
Enggan Kehilangan Pengguna, Facebook Rancang Strategi Baru Mirip TikTok
Berita Terkini
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
1 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
8 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
9 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
14 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
14 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
15 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved