Facebook, Twitter dan Google Akui Tak Mudah Hadang Terorisme

Senin, 12 Maret 2018 - 20:02 WIB
Facebook, Twitter dan...
Facebook, Twitter dan Google Akui Tak Mudah Hadang Terorisme
A A A
NEW YORK - Facebook, Twitter, dan Google mengklaim siap mengawasi teroris dan kelompok-kelompok penyebar kebencian di situs-situsnya. Hal itu dinilai butuh waktu ekstra untuk mensensor gerakan terorisme di Medsos.

Simon Wiesenthal Center merilis kartu penilaian kualitas tahunannya terkait terorisme digital dan ujaran kebencian dan memberi Facebook nilai B+, Twitter B-, dan Google C-.

Wanita jurubicara Facebook, Christine Chen, mengatakan perusahaan tidak memiliki komentar apapun terkait penilaian kualitas tersebut. Perwakilan dari Google dan Twitter tidak langsung membalas email yang meminta komentar mereka terkait penilaian tersebut.

Rabbi Abraham Cooper, wakil dekan dari Wiesenthal Center, mengatakan Facebook khususnya membangun “sebuah pengakuan bahwa orang-orang jahat mungkin menggunakan sarana media mereka” ke dalam model bisnisnya. “Ada banyak materi yang belum mereka tangani yang dapat memuaskan kami, namun secara keseluruhan, khususnya dari segi ujaran kebencian, tidak ada toleransi sama sekali,” ujar Cooper dalam sebuah konferensi pers di New York City.

Rick Eaton, seorang peneliti senior di Wiesenthal Center, mengatakan, postingan yang penuh dengan kebencian dan kekerasan di Instagram, yang merupakan bagian dari Facebook, dengan segera dihapus, namun tindakan ini diambil hanya setelah postingan tersebut tersebar luas.

Ia merujuk pada postingan di Instagam yang mengancam akan melakukan serangan teror di perhelatan Piala Dunia yang akan datang di Moskwa. Postingan lainnya mendorong adanya serangan bunuh diri dengan pesan, “Anda hanya mati sekali. Mengapa tidak menjadikan diri anda seorang martir.”

Cooper mengatakan Twitter dahulu mendapat nilai F sebelum menghapus cuitan-cuitan Islamic State pada tahun 2016. Ia mengatakan tindakan itu diambil setelah adanya testimoni di depan komite kongres yang mengungkapkan bahwa “ISIS melakukan 200.000 cuitan sehari.”

Cooper dan Eaton mengatakan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa bersikap lebih agresif dalam memberantas akun-akun yang mendorong tindak terorisme, rasisme, dan anti-Semitisme, pendukung terorisme dan ujaran kebencian telah beralih ke situs-situs lain seperti VK.com, sebuah situs mirip Facebook yang berbasis di Rusia.

Selain itu ada juga situs perusahaan “teknologi alternatif” seperti GoyFundMe, alternatif GoFundMe, dan BitChute, sebuah alternatif situs milik Google, YouTube, ujar Cooper.

“Apabila ada perusahaan-perusahaan yang akan memberikan mereka sarana tanpa terlalu memperhatikan konten yang ada di dalamnya, mereka akan menggunakannya,” ujarnya. “Namun bila tidak, mereka akan tertarik ke sarana-sarana media yang pada dasarnya tidak memiliki aturan.”

Wiesenthal Center yang berpusat di Los Angeles didedikasikan untuk melawan gerakan anti-Semitisme, ujaran kebencian, dan tindak terorisme
(wbs)
Berita Terkait
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Cara Mencari Akun Facebook...
Cara Mencari Akun Facebook yang Hilang dan Lupa Kata Sandi
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan...
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan Akun Facebook yang Dibajak
84% Konten Disinformasi...
84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Enggan Kehilangan Pengguna,...
Enggan Kehilangan Pengguna, Facebook Rancang Strategi Baru Mirip TikTok
Berita Terkini
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
2 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
10 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
11 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
15 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
15 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
16 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved