Kisah Kaus Nas Daily yang Populer

Senin, 12 Februari 2018 - 15:00 WIB
Kisah Kaus Nas Daily...
Kisah Kaus Nas Daily yang Populer
A A A
DALAM setiap videonya, Nas Daily hanya mengenakan kaus yang itu-itu saja. Kaus abu-abu dengan gambar baterai dan tulisan "32% Life". Kadang-kadang, angka itu berubah menjadi 33% dan kini menjadi 34%. Menurut Nas, arti kaus ini adalah dia tidak suka menyia-nyiakan waktunya. Dia mengatakan sebanyak 32% waktu hidupnya telah habis. Itulah sebabnya dia memutuskan berkeliling dunia dan mengambil risiko membuat video satu menit setiap hari dalam perjalanannya.

Saat pertama mengunduh videonya di medsos, tidak ada satu orang pun yang melihat 150 video pertamanya. Termasuk tidak ada yang peduli saat dia mengunjungi Israel kembali pada hari ke-200. Dia ingat betul satu videonya akhirnya ditonton orang, yakni video tentang wisata murah ke Thailand yang dilakukan pada hari ke-270. Video ini berhasil ditonton 25 juta kali dan menarik 250.000 pengikut.

Nas mengatakan saat ini dirinya telah ditawari pekerjaan oleh saluran TV Israel dan sebuah pilihan untuk berkolaborasi dengan selebriti lainnya. Dia juga sedang berencana melakukan pitching di Amazon atau Netflix untuk membiayai sebuah konten pendek.

Menolak Iklan di Video
Untuk membiayai video-videonya, Nas mengaku juga bekerja di negara yang ia datangi. Misalnya saat di Nigeria, dia mengajari lima orang cara membuat video selama tiga bulan dan dibayar USD3.000 per bulan. Dia juga menjadi pembawa acara workshop pendidikan, membuat video untuk AJ+ Al-Jazeera dan pekerjaan paruh waktu lainnya.

Kendati membutuhkan uang, Nas menegaskan tidak akan memasang videonya di YouTube. Padahal, di platform ini dia bisa mengumpulkan banyak iklan yang bisa menopang keuangannya. Pakar media sosial pun meyakini jika iklan preroll ini bisa menjadi tambang emas enam digit bagi setiap video yang banyak ditonton. "Saya tidak suka iklan, saya tidak suka menjual hal seperti ini, itu bukan saya," imbuhnya.

Nas juga sudah memikirkan langkah berikutnya dalam kariernya. "Saya ingin menetap di satu tempat, mengumpulkan USD1 juta (Rp13,5 miliar), memulai sebuah perusahaan dan membagikan ilmu saya. Impian saya adalah membangun perusahaan teknologi yang membantu orang bisa membuat konten," sebutnya.

Nas juga ingin menyebarkan pesan agar setiap orang bisa menyeimbangkan antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ini bertujuan agar setiap orang memiliki kehidupan yang terbaik. "Saya telah melihat banyak orang melakukan hal-hal yang tidak mereka minati hanya untuk menghasilkan uang. Saya ingin melihat video saat berusia 90 tahun dan bangga karenanya, bukan mengatakan bahwa ini adalah sampah dan saya dibayar untuk melakukannya," ujarnya.

(Baca juga: Nas Daily, Populer dengan Video Satu Menit di Facebook )
(amm)
Berita Terkait
Facebook Serahkan Kelanjutan...
Facebook Serahkan Kelanjutan Blokir Akun Trump ke Dewan Pengawas
Begini Cara Bikin Avatar...
Begini Cara Bikin Avatar dari Aplikasi Facebook
Facebook Uji Coba Face...
Facebook Uji Coba Face ID dan Touch ID pada Messenger
Diakusisi Facebook,...
Diakusisi Facebook, Meme Mark Zuckerberg Tak Akan Hilang
Mark Zuckerberg Kehilangan...
Mark Zuckerberg Kehilangan Rp100 Triliun akibat Aksi Boikot Iklan di Facebook
Facebook Luncurkan Messenger...
Facebook Luncurkan Messenger Kids Dilebih dari 70 Negara
Berita Terkini
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
27 menit yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
1 jam yang lalu
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
3 jam yang lalu
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
10 jam yang lalu
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
1 hari yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved