Serangan Spionase Cyber Mulai Mengintai Bidang Bisnis dan Infrastruktur

Kamis, 12 Oktober 2017 - 14:41 WIB
Serangan Spionase Cyber...
Serangan Spionase Cyber Mulai Mengintai Bidang Bisnis dan Infrastruktur
A A A
BANGKOK - Dilengkapi dengan catatan terperinci dari serangan spionase cyber sebelumnya terhadap negara-negara di Asia Pasifik, Kaspersky Lab hari ini membeberkan keadaan lansekap spionase cyber di wilayah asia pasifik.

Berdasarkqn penelitian tim cyber security Kaspersky Lab, Vitaly Kamluk mengungkapkan bahwa perusahaan keamanan dunia maya telah menerbitkan laporan tentang kampanye spionase cyber yang dilakukan terhadap bisnis dan organisasi di wilayah Asia Pasifik sejak 2010.

"Sementara hacker modern tidak menyimpan catatan serangan mereka, para peneliti cyber security benar-benar mendokumentasikan jejak mereka untuk memahami cara mereka dan memprediksi langkah mereka selanjutnya. Setelah worm Stuxnet yang terkenal pada tahun 2010, ahli Kaspersky Lab telah menyaksikan sejumlah serangan besar spionase cyber yang menandai negara-negara di kawasan Asia Pasifik," kata Kamluk, Direktur Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky Lab, dalam acara Cyber Security Weekend, di Phuket, Thailand, Kamis (12/10/2017).

Pada event Kaspersky Lab Cyber Security Weekend pertama yqng dihelat di Malaysia 2015 lalu, peneliti Kaspersky Lab sebenarnya telah memprediksi evolusi serangan yang ditargetkan dan perluasan insiden sabotase cyber di wilayah ini. Selanjutnya dalam beberapa bulan ke depan peneliti melihat adanya gelombang serangan cyber di seluruh wilayah Asia Pasifik dan wilayah Timur menemukan mata-mata dunia maya telah menginfeksi semua perangkat seluler dan perlahan mengintai bidang bisnis dan infrastruktur.

"Cyber spionase, bagian dari aktivitas intelijen di dunia maya, bersifat rahasia. Mereka hanya memata-matai dan tidak melakukan operasi fisik. Mereka adalah pengembang perangkat lunak biasa dan operator sistem. Prestasi mereka pun tidak terungkap sampai para periset Kaspersky menemukan dan mendokumentasikan aktivitas mereka. Penyerang tidak menulis sejarah serangan cyber, namun para periset melakukannya. Pekerjaan peneliti membutuhkan konsentrasi tinggi dan pemecahan beberapa masalah logis yang sulit di tengah jalan, itulah sebabnya mengapa cerita ini sangat berharga," jelas Kamluk.

Ini adalah komitmen lama terhadap penelitian keamanan dunia maya dan menjadi salah satu alasan mengapa Kaspersky Lab terus terhubung dengan para pemimpin industri untuk membantu mengembangkan solusi keamanan maya di seluruh sektor.
(wbs)
Berita Terkait
Pakai OS Kaspersky,...
Pakai OS Kaspersky, Rusia Siapkan Ponsel yang Tak Bisa Diretas
Kaspersky: 2021, Masyarakat...
Kaspersky: 2021, Masyarakat Kian Anggap Penting Privasi Data
Melindungi Pahlawan...
Melindungi Pahlawan Jalanan: Telkomsel, Kaspersky, dan Gojek Bersatu Padu Hadirkan Paket Swadaya Aman
Ransomware: Ancaman...
Ransomware: Ancaman Nyata di 2025, Bagaimana Organisasi di Indonesia Melindungi Diri?
5 Cara Mencegah Serangan...
5 Cara Mencegah Serangan Pencurian Data Pribadi atau Phising
Waspada Ransomware!...
Waspada Ransomware! 8 Tips Cegah Serangan Siber Paling Berbahaya di Dunia
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
6 jam yang lalu
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
8 jam yang lalu
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
9 jam yang lalu
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
16 jam yang lalu
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
17 jam yang lalu
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
18 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved