Seleksi Konten, Facebook Akan Tambah Karyawan

Kamis, 05 Oktober 2017 - 13:00 WIB
Seleksi Konten, Facebook...
Seleksi Konten, Facebook Akan Tambah Karyawan
A A A
JAKARTA - Facebook Inc berencana memperkerjakan lebih dari 1.000 orang untuk meninjau dan memastikan iklan-iklan yang dipasang memenuhi persyaratannya. Langkah diambil untuk melakukan fungsi kontrol.

Ini adalah bagian dari upaya untuk mencegah Rusia dan negara lain menggunakan jejaring media sosial untuk ikut campur dalam pemilihan umum di negara lain, kata Facebook, Senin (2/09).

Facebook mengatakan bulan lalu bahwa perusahaan ini percaya Rusia membeli sekitar 3.000 iklan yang memecah belah secara politis di jaringannya di Amerika Serikat beberapa bulan sebelum dan sesudah pemilihan presiden Amerika Serikat November tahun lalu.

Sejak pengungkapannya, Facebook menghadapi pertanyaan dan panggilan untuk meningkatkan peraturan AS dari otoritas AS. Chief Executive Mark Zuckerberg telah menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil perusahaan untuk mencegah pemerintah menyalahgunakan jaringan media sosial terbesar di dunia.

Dalam sebuah pernyataannya Senin, Facebook mengatakan akan menambahkan lebih dari 1.000 orang selama setahun kedepan dan menginvestasikan lebih banyak perangkat lunak untuk menandai dan mecabut iklan secara otomatis.

"Meninjau iklan berarti bukan hanya menilai konten iklan, namun konteks di mana iklan itu dibeli dan khalayak yang dituju - jadi kami mengubah sistem peninjauan iklan untuk lebih memperhatikan sinyal ini," kata perusahaan.

Facebook mengatakan perusahaan tersebut memiliki 17.048 karyawan pada akhir 2016, tidak termasuk kontraktor. Pada Mei, mereka mengatakan akan mempekerjakan lebih dari 3.000 orang pada tahun berikutnya untuk mempercepat penghapusan video yang menunjukkan pembunuhan, bunuh diri dan tindakan kekerasan lainnya yang mengejutkan pengguna.

Seperti perusahaan lain yang juga menjual kolom iklan, Facebook menerbitkan kebijakan tentang apa saja yang boleh diunggah, melarang iklan yang bersifat kekerasan, melakukan diskriminasi berdasarkan ras atau mempromosikan penjualan obat-obatan terlarang.

Dengan lebih dari 5 juta pengiklan berbayar, bagaimanapun, Facebook menemui kesulitan untuk menegakkan semua kebijakannya.

Perusahaan tersebut mengatakan pada Senin bahwa pihaknya akan menyesuaikan kebijakannya lebih jauh "untuk mencegah iklan yang menggunakan ekspresi kekerasan yang lebih halus." Mereka tidak menjelaskan cara apa yang akan digunakan.

Facebook juga mengatakan akan mulai memerlukan dokumentasi yang lebih menyeluruh dari orang-orang yang ingin menjalankan iklan tentang pemilihan federal AS, menuntut agar mereka mengkonfirmasi bisnis atau organisasi mereka.
(wbs)
Berita Terkait
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Cara Mencari Akun Facebook...
Cara Mencari Akun Facebook yang Hilang dan Lupa Kata Sandi
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan...
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan Akun Facebook yang Dibajak
84% Konten Disinformasi...
84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Enggan Kehilangan Pengguna,...
Enggan Kehilangan Pengguna, Facebook Rancang Strategi Baru Mirip TikTok
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
10 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
12 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
12 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
12 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
12 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
13 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved