40 Serangan Cyber di 16 Negara Diduga Operasi CIA
Senin, 10 April 2017 - 23:09 WIB
40 Serangan Cyber di 16 Negara Diduga Operasi CIA
A
A
A
CALIFORNIA - Perusahaan perangkat keamanan Symantec dari hasil laporan WikiLeaks, membeberkan baru-baru ini ada 40 serangan cyber di 16 negara yang diduga melibatkan atau jaringan dari operasi Central Intelligence Agency (CIA).
Melansir dari Reuters, Senin (10/4/2016), kata Symantec bahwa file-file yang diposting oleh WikiLeaks menunjukkan diskusi internal CIA untuk meretas data-data yang ada di ponsel, komputer dan peralatan elektronik lainnya.
Symantec menyebut alat spionase dan protokol operasi ini adalah kelompok Longhorn. Nama terakhir ini disebut telah aktif sejak 2011 dan telah menyusup target dalam bidang pemerintahan, keuangan, telekomunikasi, energi, ruang angkasa, pendidikan, dan sektor sumber daya alam. Mengutip dari Vice, Senin (10/4), yang menjadi target adalah negara-negara di Eropa, Asia, Afrika, dan Timur Tengah.
Serangan hacker tersebut diduga hanya untuk menginfeksi data yang diincar. Jadi hanya mengumpulkan dan menghapus salinan file, bukan untuk menghancurkan. “Setelah infeksi, biasanya setelah uninstaller korban tidak merasa terinfeksi,” tulis Symantec. Meski demikian, perusahaan yang beralamat di Sunnyvale, California, tidak langsung menyalahkan CIA soal serangan hacker tersebut.
Sementara itu, CIA belum mengkonfirmasi apakah dokumen WikiLeaks tersebut asli atau bukan. Juru Bicara CIA Heather Fritz Horniak menolak berkomentar soal spesifikasi penelitian Symantec yang berasal dari WikiLeaks.
Heather hanya mengatakan apa yang dilakukan WikiLeaks hanya bertujuan untuk merusak dan membahayakan personel dan operasi Amerika Serikat dan komunitas intelijen di seluruh dunia. “Mereka (WikiLeaks) tidak hanya suka membahayakan kami juga membekali musuh kami dengan alat dan informasi yang berbahaya,” ujarnya.
Dan menurut Heather bahwa CIA secara hukum dilarang melakukan penyadapan dan pengawasan elektronik ke setiap individu warga Amerika. “Sangat penting untuk dicatat bahwa CIA secara hukum dilarang melakukan pengawasan elektronik yang menargetkan individu-individu di sini, termasuk rekan Amerika kami. Dan CIA tidak melakukan itu,” tandasnya.
CIA menambahkan publik Amerika sangat terganggu oleh ulah WikiLeaks yang dirancang untuk merusak kemampuan intelijen dalam melindungi AS dari ancaman teroris dan musuh lainnya.
Melansir dari Reuters, Senin (10/4/2016), kata Symantec bahwa file-file yang diposting oleh WikiLeaks menunjukkan diskusi internal CIA untuk meretas data-data yang ada di ponsel, komputer dan peralatan elektronik lainnya.
Symantec menyebut alat spionase dan protokol operasi ini adalah kelompok Longhorn. Nama terakhir ini disebut telah aktif sejak 2011 dan telah menyusup target dalam bidang pemerintahan, keuangan, telekomunikasi, energi, ruang angkasa, pendidikan, dan sektor sumber daya alam. Mengutip dari Vice, Senin (10/4), yang menjadi target adalah negara-negara di Eropa, Asia, Afrika, dan Timur Tengah.
Serangan hacker tersebut diduga hanya untuk menginfeksi data yang diincar. Jadi hanya mengumpulkan dan menghapus salinan file, bukan untuk menghancurkan. “Setelah infeksi, biasanya setelah uninstaller korban tidak merasa terinfeksi,” tulis Symantec. Meski demikian, perusahaan yang beralamat di Sunnyvale, California, tidak langsung menyalahkan CIA soal serangan hacker tersebut.
Sementara itu, CIA belum mengkonfirmasi apakah dokumen WikiLeaks tersebut asli atau bukan. Juru Bicara CIA Heather Fritz Horniak menolak berkomentar soal spesifikasi penelitian Symantec yang berasal dari WikiLeaks.
Heather hanya mengatakan apa yang dilakukan WikiLeaks hanya bertujuan untuk merusak dan membahayakan personel dan operasi Amerika Serikat dan komunitas intelijen di seluruh dunia. “Mereka (WikiLeaks) tidak hanya suka membahayakan kami juga membekali musuh kami dengan alat dan informasi yang berbahaya,” ujarnya.
Dan menurut Heather bahwa CIA secara hukum dilarang melakukan penyadapan dan pengawasan elektronik ke setiap individu warga Amerika. “Sangat penting untuk dicatat bahwa CIA secara hukum dilarang melakukan pengawasan elektronik yang menargetkan individu-individu di sini, termasuk rekan Amerika kami. Dan CIA tidak melakukan itu,” tandasnya.
CIA menambahkan publik Amerika sangat terganggu oleh ulah WikiLeaks yang dirancang untuk merusak kemampuan intelijen dalam melindungi AS dari ancaman teroris dan musuh lainnya.
(ven)