Pemerintah Harus Bangun Ekosistem Sebelum Berlakukan TKDN

Selasa, 01 November 2016 - 12:24 WIB
Pemerintah Harus Bangun...
Pemerintah Harus Bangun Ekosistem Sebelum Berlakukan TKDN
A A A
YOGYAKARTA - Pabrikan smartphone di Indonesia mengaku siap melaksanakan ketentuan pemerintah yang mengharuskan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada perangkat mereka sebesar 30%. Hanya saja, pabrikan mengajukan beberapa persyaratan sebelum aturan tersebut benar-benar diberlakukan oleh pemerintah.

Media Engangement PT Indonesia Oppo Electronics, Aryo Meidianto A mengatakan, berapapun ketentuan TKDN yang akan diberlakukan pemerintah, pada dasarnya pabrikan smartphone di Indonesia siap memenuhinya. Hanya saja, saat ini masih ada berbagai kendala terkait dengan ketersediaan sparepart (komponen) dari dalam negeri.

“Komponen dalam negeri, ini yang harus dipertimbangkan. Ada tiga produk smartphone merek global yang melakukan produksi di Indonesia, salah satunya adalah Oppo,”tutur Aryo saat di Yogyakarta belum lama ini.

Karena diproduksi di dalam negeri dan juga melakukan ekspor, selain memenuhi aturan TKDN yang telah ditetap oleh pemerintah pabrikan juga harus memperhatikan kualitas. Dalam hal ini Oppo harus benar-benar memastikan jika komponen pendukung dalam perangkat tersebut juga harus sesuai standar yang ditetapkan oleh pabrikan.

Selama ini, Aryo tidak menampik kalau komponen yang digunakan Oppo berasal dari luar negeri karena sesuai standar yang diinginkan. Saat ini hanya ada satu pabrik komponen smartphone di Indonesia yaitu pabrik yang berada di Pulau Batam.

“Pabrik yang ada di Batam itu baru, jadi kami masih mempertanyakan kualitasnya. Meski sebenarnya tidak meragukan hasil dari pabrikan komponen lokal, pihaknya tetap harus memastikan kualitas. Apakah benar-benar handal dan mampu dipertanggungjawabkan atau tidak ”ungkapnya.

Aryo menandaskan, selama ini memang ekosistem untuk menerapkan TKDN tersebut belum diciptakan oleh pemerintah, khususnya untuk industri smartphone. Selama ini kepastian itu belum jelas dan pemerintah belum melakukan dukungan 100%. Hal ini berbedan dengan industri automotif yang sudah mulai terbangun ekosistemnya.
(dol)
Berita Terkait
Punya Pabrik Baru, TKDN...
Punya Pabrik Baru, TKDN OPPO Indonesia Naik ke Angka 35%
Semarakkan Lebaranmu...
Semarakkan Lebaranmu dengan OPPO A Series
Review Oppo Reno 4,...
Review Oppo Reno 4, Sulit untuk Tidak Jatuh Cinta...
Siap Sambut Reno4, Simak...
Siap Sambut Reno4, Simak Kilas Balik Perjalanan Oppo Reno di Indonesia 
Rekomendasi HP Oppo...
Rekomendasi HP Oppo Terbaru 2021
Tips Memaksimalkan OPPO...
Tips Memaksimalkan OPPO A95 Sebagai Teman Liburan
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
13 jam yang lalu
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
17 jam yang lalu
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
19 jam yang lalu
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
22 jam yang lalu
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
23 jam yang lalu
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
1 hari yang lalu
Infografis
Besaran Gaji dan Tunjangan...
Besaran Gaji dan Tunjangan Hakim Sebelum Dinaikkan Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved