Hacker Kembali Acak-acak Komputer Capres AS Hillary Clinton

Sabtu, 30 Juli 2016 - 13:47 WIB
Hacker Kembali Acak-acak...
Hacker Kembali Acak-acak Komputer Capres AS Hillary Clinton
A A A
NEW YORK - Jaringan komputer yang digunakan kampanye calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton kembali diretas para hacker. Hal ini merupakan serangan cyber terbaru, menyusul dua aksi peretasan beberapa waktu lalu.

Juru bicara kampanye Hillary Clinton mengatakan, program data analisis yang dikelola DNC dan digunakan untuk kampanye diretas oleh sejumlah entitas lain.

"Sistem komputer kampanye kami telah dikaji oleh para ahli keamanan cyber di luar. Mereka telah menemukan bukti bahwa sistem internal kami telah dikompromikan," ujar juru bicara kampanye Hillary Clinton, Nick Merrill, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (30/7/2016).

Seorang pejabat lain mengatakan, hacker memiliki akses ke dalam server program analisis selama kurang lebih 5 hari. Analisis data program menjadi salah satu dari banyak sistem kampanye yang diakses untuk analisis pemilih, tidak termasuk nomor jaminan sosial atau nomor kartu kredit.

Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman AS menyelidiki apakah serangan cyber pada organisasi politik itu mengancam keamanan negara atau tidak.

Meskipun tidak jelas bahan apa yang mungkin telah diakses hacker, serangan menjadi peringatan ketiga terhadap mereka, yang hanya tiga bulan lagi sebelum pemilihan presiden AS digelar, pada 8 November 2016.

Pakar keamanan cyber dan pejabat AS mengatakan mereka telah menyimpulkan, berdasarkan analisis dari malware dan aspek lain dari hack DNC, bahwa Rusia merekayasa rilis hack email Partai Demokrat untuk memengaruhi pemilihan presiden AS.

"FBI serius terhadap setiap tuduhan penyusupan, dan kami akan terus meminta pertanggungjawaban mereka yang menimbulkan ancaman di dunia maya," tegas Federal Bureau of Investigation AS.
(dmd)
Berita Terkait
Amerika Peringatkan...
Amerika Peringatkan agar Tidak Pekerjakan Hackers Korea Utara
Bahaya, Hackers Mulai...
Bahaya, Hackers Mulai Coba Bobol Dompet Virtual Pemilik Crypto
Jelang Pilpres, Hackers...
Jelang Pilpres, Hackers Serang Amerika Serikat Habis-habisan
RUU Penyadapan Diusulkan...
RUU Penyadapan Diusulkan Masuk Prolegnas Prioritas 2026
Kejagung Teken MoU dengan...
Kejagung Teken MoU dengan Operator Soal Penyadapan, Puan: Perhatikan Hak Perlindungan Data Pribadi
KY Usulkan Penyadapan...
KY Usulkan Penyadapan Mandiri untuk Mengawasi Kinerja Hakim
Berita Terkini
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
6 jam yang lalu
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
7 jam yang lalu
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
10 jam yang lalu
Teknologi AI Chip 500Hz...
Teknologi AI Chip 500Hz Akan Mengubah Permainan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
14 jam yang lalu
KTT AI Bergengsi Silicon...
KTT AI Bergengsi Silicon Valley, Industri Kecerdasan Buatan Memasuki Tahap Baru
14 jam yang lalu
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
15 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved