Pabrik Pembuat Iphone Gantikan 60.000 Pekerja dengan Robot
Sabtu, 28 Mei 2016 - 13:41 WIB
Pabrik Pembuat Iphone Gantikan 60.000 Pekerja dengan Robot
A
A
A
BEIJING - Pabrik Foxconn kabarnya telah merampingkan karyawan dari yang awalnya berjumlah 110.000 pekerja menjadi hanya 50.000 seperti dilansir South China Morning Post. Alasannya lantaran Foxconn menilai robot dapat melakukan pekerjaan yang sama seperti halnya para pekerja lakukan.
Dilansir Digitaltrends, Sabtu (28/5/2016) kabar terbaru Foxconn bakal memangkas 60.000 pekerja manusia dan menggantinya dengan robot. Foxconn sendiri merupakan mitra manufaktur utama Apple dan dikenal sebagai penyuplai komponen untuk produsen perangkat elektronik pabrikan besar di antaranya Samsung dan Apple.
Alasan Foxconn mulai menggantikan pekerja dengan para robot diyakini sebagai upaya untuk menghemat pengeluaran dan meningkatkan keuntungan. Meski penggunaan robot akan terasa mahal di awalnya, tapi seiring waktu dinilai lebih murah dibandingkan menyewa dan mempekerjakan pekerja.
Belum diketahui secara resmi berapa banyak produk yang mampu dihasilkan pabrik Kunshan. Namun The Post mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan di daerah tersebut mampu memproduksi 51 juta laptor dan 20 juta smartphone tahun lalu.
Ada kekhawatiran apa yang dilakukan Foxconn akan menular terhadap pabrik lain di kota Kunshan, China dimana mereka akan melakukan hal yang sama. Bila ini terjadi, maka akan jadi kabar buruk untuk penduduk lokal yang merupakan sebagian besar pekerja migran. Dikabarkan sebanyak 600 perusahaan memiliki rencana untuk lebih mengandalkan otomatisasi.
Dilansir Digitaltrends, Sabtu (28/5/2016) kabar terbaru Foxconn bakal memangkas 60.000 pekerja manusia dan menggantinya dengan robot. Foxconn sendiri merupakan mitra manufaktur utama Apple dan dikenal sebagai penyuplai komponen untuk produsen perangkat elektronik pabrikan besar di antaranya Samsung dan Apple.
Alasan Foxconn mulai menggantikan pekerja dengan para robot diyakini sebagai upaya untuk menghemat pengeluaran dan meningkatkan keuntungan. Meski penggunaan robot akan terasa mahal di awalnya, tapi seiring waktu dinilai lebih murah dibandingkan menyewa dan mempekerjakan pekerja.
Belum diketahui secara resmi berapa banyak produk yang mampu dihasilkan pabrik Kunshan. Namun The Post mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan di daerah tersebut mampu memproduksi 51 juta laptor dan 20 juta smartphone tahun lalu.
Ada kekhawatiran apa yang dilakukan Foxconn akan menular terhadap pabrik lain di kota Kunshan, China dimana mereka akan melakukan hal yang sama. Bila ini terjadi, maka akan jadi kabar buruk untuk penduduk lokal yang merupakan sebagian besar pekerja migran. Dikabarkan sebanyak 600 perusahaan memiliki rencana untuk lebih mengandalkan otomatisasi.
(akr)