BlackBerry Ingin Fokus di Bisnis Enterprise

Rabu, 03 Juni 2015 - 09:26 WIB
BlackBerry Ingin Fokus...
BlackBerry Ingin Fokus di Bisnis Enterprise
A A A
JAKARTA - Device masih menjadi satu dari empat fokus utama BlackBerry. Namun, perusahaan asal Kanada itu kini benar-benar ingin fokus di bisnis enterprise.

Mulanya fokus utama perusahaan di pasar korporat, menyediakan solusi untuk mempermudah bisnis perusahaan. Mereka sukses besar ketika memutuskan terjun ke segmen retail, merajai segmen smartphone, sebelum akhirnya diambil alih oleh iOS dan Android.

Satu-satunya bisnis BlackBerry yang masih tak tergoyahkan hanya di segmen enterprise. Layanan ini masih banyak digunakan perusahaan besar maupun lembaga pemerintah. Alasannya adalah keamanan. Begitu John Chen resmi menjadi CEO BlackBerry, langkah pertama yang dilakukan adalah mengalihkan fokus perusahaan ke segmen enterprise.

Dan ternyata, pergantian kepemimpinan serta strategi serupa itu juga dilakukan di Indonesia. Sudah sejak tiga bulan terakhir ini Managing Director BlackBerry Indonesia dijabat Sofran Irchamni. Sofran sudah lama menggeluti bisnis enterprise, bergabung di perusahaan seperti Oracle dan HP (Hewlett- Packard).

Berbeda dengan Managing Director sebelumnya, Masipiyono Handoyo, yang lebih berfokus pada ritel. BlackBerry Enterprise Service (BES) 12 kini jadi andalan BlackBerry untuk berjualan di Indonesia.

”Mulanya BES 5 hanya bisa berjalan untuk pengguna device BlackBerry. Tapi, BES12 sudah bisa multiplatform di semua perangkat iOS dan Android,” kata Sofran.

Karena targetnya enterprise, maka BES berbeda dengan sistem operasi BlackBerry untuk konsumen. Salah satunya, di satu perangkat akan punya dua ”kamar” yang disebut ”container”. Lewat ”container” ini pengguna BES 12 bisa memisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan pekerjaan cukup dengan melakukan switch.

”Di mode BES maka semua email hingga aplikasi yang terinstal dienkripsi jadi sangat aman. Pemilik perusahaan pun dapat memantau dan melakukan tindakan apabila BlackBerry milik salah satu karyawan hilang,” ungkap Sofran yang menyebut pengguna BES dikontrol terpusat dalam satu server yang sama dengan 25 ribu user. Keamanan, lanjut Sofran, menjadi kunci BlackBerry dalam bertransformasi dari berjualan device ke non-device.

”Hanya BlackBerry yang mendapat approval dari Department of Defense Amerika Serikat dan Jerman. Bahkan Barrack Obama dan Angela Merkel saja hanya mau memakai BlackBerry,” paparnya. BlackBerry yang baru saja mengakui WatchDox dan perusahaan enkripsi Secusmart itu juga berkolaborasi dengan Samsung untuk menyediakan solusi enterprise Samsung Knox.

”Kami memakai skema bisnis bagi hasil,” ungkapnya. Solusi BES 12 sendiri dibanderol USD 125 per device untuk seumur hidup dan USD 70 per device selama setahun. “Selama ini kontribusi device masih paling besar. Device 90% dan enterprise 10%. Namun perlahan kami akan shiftingsejak memutuskan fokus di enterprise,” paparnya.

Saat ini ada sekitar 50 hingga 100 perusahaan di Indonesia yang tengah dijajaki bermigrasi ke BES 12. Antara lain yang bergerak di sektor telekomunikasi, perbankan, finansial, dan migas.
(dyt)
Berita Terkait
Mengapa BlackBerry Bangkrut?...
Mengapa BlackBerry Bangkrut? Ini 3 Alasannya!
Hari Ini BlackBerry...
Hari Ini BlackBerry Lawas Resmi Disuntik Mati
Layanan BlackBerry 7.1...
Layanan BlackBerry 7.1 dan 10 Tinggal Menghitung Hari
Akhir Perjalanan BB,...
Akhir Perjalanan BB, OnwardMobility Ogah Produksi BlackBerry 5G
Nasib BlackBerry Sekarang,...
Nasib BlackBerry Sekarang, Nyerah Jualan HP Banting Setir ke Software Keamanan
Sempat Jadi Raja Smartphone...
Sempat Jadi Raja Smartphone Dunia, Harga HP BlackBerry Sekarang Tinggal Segini
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
3 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
6 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
13 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
14 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
19 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
19 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved