Keluarkan Granat Aktif dari Dada Tentara Ukraina, Tim Dokter Gunakan Teknik Tak Lazim
Rabu, 18 Januari 2023 - 06:55 WIB
loading...
A
A
A
Maliar menulis bahwa Andrii Verba, salah satu ahli bedah paling berpengalaman di angkatan bersenjata Ukraina, melakukan operasi tersebut. Dia dibantu oleh dua sappers, atau insinyur tempur, untuk melindungi staf medis dan memastikan operasi dilakukan dengan aman.
Bersamaan dengan rontgen pasien, postingan Maliar menunjukkan Verba memegang granat yang berhasil diangkat setelah operasi. Granat VOG memiliki panjang sekitar 4 sentimeter dan dapat ditembakkan dari peluncur granat sejauh 400 meter dari target.
Baca juga; Kebal Granat, Seorang Tentara Ukraina Ciutkan Nyali Pasukan Rusia?
Maliar juga menulis bahwa dokter tidak menggunakan elektrokoagulasi selama operasi, metode umum untuk mengontrol pendarahan. Ini metode umum dengan menggunakan arus listrik untuk membakar tepi pembuluh darah, membakar luka atau sayatan.
Dalam kasus ini, dokter khawatir arus listrik akan mematikan granat. Untuk itu, tim dokter menggunakan teknik berbeda dalam kondisi darurat ini. “Bagian granat yang tidak meledak diambil dari bawah jantung. Granat tidak meledak, tetapi tetap dapat meledak,” tulis Anton Gerashchenko, penasihat menteri urusan dalam negeri Ukraina.
Dia mengatakan bahwa prajurit Ukraian yang jadi pasien tersebut berusia sekitar 28 tahun dan sedang menjalani rehabilitasi dan pemulihan lebih lanjut. “Belum pernah ada operasi seperti itu dalam praktik dokter kami,” tulisnya.
Bersamaan dengan rontgen pasien, postingan Maliar menunjukkan Verba memegang granat yang berhasil diangkat setelah operasi. Granat VOG memiliki panjang sekitar 4 sentimeter dan dapat ditembakkan dari peluncur granat sejauh 400 meter dari target.
Baca juga; Kebal Granat, Seorang Tentara Ukraina Ciutkan Nyali Pasukan Rusia?
Maliar juga menulis bahwa dokter tidak menggunakan elektrokoagulasi selama operasi, metode umum untuk mengontrol pendarahan. Ini metode umum dengan menggunakan arus listrik untuk membakar tepi pembuluh darah, membakar luka atau sayatan.
Dalam kasus ini, dokter khawatir arus listrik akan mematikan granat. Untuk itu, tim dokter menggunakan teknik berbeda dalam kondisi darurat ini. “Bagian granat yang tidak meledak diambil dari bawah jantung. Granat tidak meledak, tetapi tetap dapat meledak,” tulis Anton Gerashchenko, penasihat menteri urusan dalam negeri Ukraina.
Dia mengatakan bahwa prajurit Ukraian yang jadi pasien tersebut berusia sekitar 28 tahun dan sedang menjalani rehabilitasi dan pemulihan lebih lanjut. “Belum pernah ada operasi seperti itu dalam praktik dokter kami,” tulisnya.
Lihat Juga :