Begini Jurus Berkelit TikTok dalam Menghadapi Larangan Pemerintah AS

Senin, 13 Juli 2020 - 09:00 WIB
loading...
A A A
Sekarang, Reuters melaporkan, ByteDancer sedang mencari cara untuk mengubah struktur perusahaan TikTok. Seorang sumber yang dekat dengan manajemen, mengatakan, mereka berpikir untuk membuka kantor pusat di salah satu lokasi di mana saat ini memiliki kantor. Idenya adalah untuk memperjelas bahwa TikTok bukan perusahaan China.

Lima kantor terbesar yang digunakan oleh TikTok terletak di Los Angeles, New York, London, Dublin, dan Mumbai. Rencananya kantor pusat perusahaan dapat ditempatkan di salah satu lokasi tersebut.

Selain menghapus semua koneksi ke China untuk menunjukkan bahwa mereka bukan ancaman keamanan nasional di negara-negara bagian AS, TikTok juga ingin membuktikan kepada negara lain bahwa aplikasi memang tidak memiliki koneksi dengan China. Sebagai contoh, India baru-baru ini melarang aplikasi setelah negara itu menemukan bertempur di sepanjang perbatasan Himalaya dengan China.

TikTok mungkin berharap larangan itu dibatalkan dengan menunjukkan bahwa mereka bukanlah perusahaan China. Untuk menunjukkan betapa sulitnya bekerja untuk menjaga platform-nya sejalan, TikTok pekan lalu menghapus lebih dari 49 juta video selama paruh kedua tahun lalu karena gagal memenuhi pedoman aplikasi.

Dengan menghapus semua petunjuk China dari TikTok, Pemerintah AS dan negara lain tidak akan memiliki dasar untuk melarang aplikasi. Seperti itulah taktik TikTok untuk menghindari tudingan keterkaitan mereka terhadap Pemerintah China.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
Batasi Anak-anak Bermain...
Batasi Anak-anak Bermain Sosmed, Indonesia Panggil Google dan Meta
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
WhatsApp, Facebook,...
WhatsApp, Facebook, dan Instagram Diblokir Total di Rusia
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Pakar Privasi Data:...
Pakar Privasi Data: Kasus Kecanduan TikTok Harus Dibawa ke Persidangan
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Mobil Listrik TikTok...
Mobil Listrik TikTok Siap Meluncur Tahun Ini, ByteDance Siapkan Kejutan
Iran Pulihkan Akses...
Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi
Rekomendasi
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved