Dalam Kondisi Darurat, Rusia Siap Kirim Pengganti Soyuz MS-22 Bulan Februari 2023
Kamis, 29 Desember 2022 - 19:17 WIB
loading...
Badan Antariksa Rusia, Roscosmos belum memutuskan nasib kapsul Soyuz MS-22 yang mengalami kebocoran sistem pendingin. Foto/NASA TV
A
A
A
MOSKOW - Badan Antariksa Rusia , Roscosmos belum memutuskan nasib kapsul Soyuz MS-22 yang mengalami kebocoran sistem pendingin. Namun, dalam kondisi darurat, Rusia siap mengirimkan pesawat luar angkasa pengganti Soyuz MS-22 pada bulan Februari 2023.
Rusia belum mengambil keputusan apa pun terkait nasib kapsul Soyuz MS-22 yang saat ini masih berlabuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Belum ada kepastian apakah pesawat luar angkasa Soyuz MS-22 akan tetap digunakan membawa pulang astronot ke Bumi, atau dinyatakan tidak layak.
Roscosmos mengatakan sedang menunggu hasil dari tim ahli dan kelompok kerja yang menyelidiki temuan kebocoran pesawat ruang angkasa Soyuz MS-22 yang terjadi pada 15 Desember 2022. Kebocoran terlihat cukup parah karena memuntahkan banyak cairan pendingin ke luar angkasa.
Baca juga; Rusia Tolak Bantuan AS untuk Evakuasi Awak Soyuz MS-22
Pejabat ruang angkasa Rusia akan membuat "keputusan akhir" pada bulan Januari 2023, apakah akan membiarkan Soyuz yang bocor membawa awaknya kembali ke Bumi atau mengirimkan penggantinya.
“Kemungkinan perubahan dalam program penerbangan ke stasiun (ISS) pada Januari 2023 berdasarkan temuan kelompok kerja,” demikian keterangan Roscosmos pada 27 Desember kepada TASS dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (29/12/2022).
Dari pengamatan lanjutan Soyuz MS-22 yang bocor terungkap ada lubang di bagian luar radiatornya. Kondisi ini belum bisa dipastikan, apakah masih bisa digunakan membawa pulang dua kosmonot dan seorang astronot NASA.
Rusia belum mengambil keputusan apa pun terkait nasib kapsul Soyuz MS-22 yang saat ini masih berlabuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Belum ada kepastian apakah pesawat luar angkasa Soyuz MS-22 akan tetap digunakan membawa pulang astronot ke Bumi, atau dinyatakan tidak layak.
Roscosmos mengatakan sedang menunggu hasil dari tim ahli dan kelompok kerja yang menyelidiki temuan kebocoran pesawat ruang angkasa Soyuz MS-22 yang terjadi pada 15 Desember 2022. Kebocoran terlihat cukup parah karena memuntahkan banyak cairan pendingin ke luar angkasa.
Baca juga; Rusia Tolak Bantuan AS untuk Evakuasi Awak Soyuz MS-22
Pejabat ruang angkasa Rusia akan membuat "keputusan akhir" pada bulan Januari 2023, apakah akan membiarkan Soyuz yang bocor membawa awaknya kembali ke Bumi atau mengirimkan penggantinya.
“Kemungkinan perubahan dalam program penerbangan ke stasiun (ISS) pada Januari 2023 berdasarkan temuan kelompok kerja,” demikian keterangan Roscosmos pada 27 Desember kepada TASS dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (29/12/2022).
Dari pengamatan lanjutan Soyuz MS-22 yang bocor terungkap ada lubang di bagian luar radiatornya. Kondisi ini belum bisa dipastikan, apakah masih bisa digunakan membawa pulang dua kosmonot dan seorang astronot NASA.

Lihat Juga :