5 Kasus Kebocoran Data Terbesar di Indonesia Tahun 2022
Kamis, 29 Desember 2022 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Akun bernama Bjorka tersebut menuliskan adanya 26.730.798 rekaman data pelanggan IndiHome yang terdiri dari domain, platform, browser, Google Keyword, url atau link, IP (internet protocol) dan juga lokasi geografis.
4. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Pada bulan september lalu, Hacker bernama Bjorka telah menjual data pengguna Sim Card indonesia sebanyak 105 juta di situs breached.vc.
Dalam postingan tersebut Bjorka menuliskan judul Database From KPU 105M dengan detail mulai dari NIK, Kartu Keluarga, nama lengkap, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, umur, dan lain-lain
5. Data SIM Card Indonesia
Kasus terbesar yang menggegerkan publik tanah air adalah kebocoran dari data pengguna SIM Card Indonesia yang diklaim mencapai 1,3 miliar data. Data tersebut diketahui diretas oleh akun milik Bjorka yang dijual di situs breached.vc.
Akun Bjorka tersebut telah mengunggah data berukuran 87 GB yang diklaim berisi data tentang nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, nama operator seluler, dan tanggal registrasi pengguna.
Dikutip dari kominfo.go.id, Hingga kini bulan desember 2022 kemkominfo telah menerima 33 laporan kasus insiden pelanggaran terkait perlindungan data pribadi dan juga sedang mengupayakan penyelesaian beberapa kasus kebocoran data yang pernah terjadi.
4. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Pada bulan september lalu, Hacker bernama Bjorka telah menjual data pengguna Sim Card indonesia sebanyak 105 juta di situs breached.vc.
Dalam postingan tersebut Bjorka menuliskan judul Database From KPU 105M dengan detail mulai dari NIK, Kartu Keluarga, nama lengkap, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, umur, dan lain-lain
5. Data SIM Card Indonesia
Kasus terbesar yang menggegerkan publik tanah air adalah kebocoran dari data pengguna SIM Card Indonesia yang diklaim mencapai 1,3 miliar data. Data tersebut diketahui diretas oleh akun milik Bjorka yang dijual di situs breached.vc.
Akun Bjorka tersebut telah mengunggah data berukuran 87 GB yang diklaim berisi data tentang nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, nama operator seluler, dan tanggal registrasi pengguna.
Dikutip dari kominfo.go.id, Hingga kini bulan desember 2022 kemkominfo telah menerima 33 laporan kasus insiden pelanggaran terkait perlindungan data pribadi dan juga sedang mengupayakan penyelesaian beberapa kasus kebocoran data yang pernah terjadi.
(bim)
Lihat Juga :