Timpang Banget, Jumlah Gamer Perempuan di Turnamen Esports Cuma 1 Persen

Kamis, 08 Desember 2022 - 20:37 WIB
loading...
Timpang Banget, Jumlah...
Jadi sasaran pelecehan hingga perundungan, alasan gamer perempuan di Turnament Esports sedikit. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Memang jumlah kreator gaming perempuan di YouTube atau Facebook sudah sangat mudah ditemukan. Namun, ternyata gamer perempuan yang benar-benar berlaga di ajang esports profesional jumlahnya sangat amat sedikit.

Padahal, cabang olahraga esports mengklaim menyediakan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk bersaing dengan imbang.
Faktanya, kurang dari 5 persen perempuan bersedia untuk terjun ke industri esports.

Bahkan, di turnamen-turnamen besar, kurang dari 1 persen pemain yang ikut berlaga adalah perempuan.

Tapi, mengapa ini terjadi? Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Hubungan Masyarakat PB ESI sekaligus SVP Community UniPin Debora Immanuella mengatakan, ada beberapa penyebab kaum hawa tidak banyak ditemui di ajang esports profesional.

”Minimnya representasi dan komunitas yang inklusif, serta maraknya praktik diskriminasi baik secara sadar maupun tidak sadar disebut sebagai beberapa faktor penghambat yang utama,” ungkap Debora dalam talk show “Women in Esports” yang diselenggarakan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) di sela-sela Indonesia Esports Summit dan International Esports Federation (IESF) World Esports Championships belum lama ini.

Ia menyerukan agar semangat gender equity dan inklusivitas menjadi pilar utama dari ekosistem esports demi menciptakan rasa aman dan nyaman.

Sehingga, semakin banyak pemain perempuan yang berpartisipasi.

BACA JUGA: 9 Ancaman Siber yang Jadi Favorit Hacker di 2023, Mulai Game, Streaming, hingga Metaverse

“Konsep gender equity merupakan pengakuan terhadap kebutuhan dan kemampuan para gamer perempuan yang berbeda dari laki-laki. Selama ini, ketimpangan gender dan dukungan dari komunitas yang belum optimal merupakan isu-isu kritikal yang mencegah lebih banyak perempuan untuk mencapai potensinya di bidang esports,” ujar Debora.

Sebenarnya sudah ada beberapa program yang ditujukan untuk mendorong kaum perempuan terlibat di esports.

Misalnya UniPin Ladies Series dan pertandingan Mobile Legends: Bang-Bang (MLBB), PlayerUnknown’s BattleGrounds (PUBG) Mobile, Free Fire, dan Valorant khusus untuk perempuan.

Timpang Banget, Jumlah Gamer Perempuan di Turnamen Esports Cuma 1 Persen

Pemain esports profesional Audrey FF sempat membagikan pengalamannya menjadi sasaran perundungan. Dampaknya bahkan sampai memengaruhi kesehatan mentalnya. Sehingga ia harus menjalani sesi terapi dan pengobatan.

“Di luar unsur kesengajaan, banyak juga yang tidak menyadari bahwa perbuatan mereka melukai orang lain akibat nilai-nilai yang telah terinternalisasi. Diperlukan sosialisasi dan edukasi yang lebih luas agar semakin banyak orang yang mengetahui jenis-jenis perilaku yang toksik,” tutur Audrey.

Debora optimistis semakin banyak putri-putri esports yang akan bersinar kedepannya. Dan tidak hanya jadi pemain, tapi juga profesional lain di industri, seperti caster, influencer, maupun brand ambassador.

“Moderasi komunitas terhadap praktik-praktik seperti diskriminasi dan pelecehan, secara verbal dan dengan niat ‘membuat lelucon’ sekalipun, adalah kunci dalam menghadirkan suasana yang aman dan nyaman tersebut,”ujarDebora.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Liga Berbasis Tim Jadi...
Liga Berbasis Tim Jadi Langkah Awal Penguatan Ekosistem Roblox
Skandal SEA Games 2025:...
Skandal SEA Games 2025: Atlet Naphat Tokyogurl Warasin Curang dan Acungkan Jari Tengah, Timnas Thailand Mundur Massal
Roblox Akan Verifikasi...
Roblox Akan Verifikasi Usia untuk Batasi Interaksi Akun Dewasa dan Anak
Remaja 19 Tahun Lumpuh...
Remaja 19 Tahun Lumpuh Akibat Kelamaan Menunduk saat Main Game
10 Tips Bermain Mobile...
10 Tips Bermain Mobile Legends ala King Zilong, Bikin Tim Lebih Solid dan Auto Win
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Berita Terkini
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved