Sistem Rudal Bastion Rusia, Mampu Lindungi Garis Pantai Sepanjang 600 Km dari Ancaman Musuh

Rabu, 07 Desember 2022 - 13:02 WIB
loading...
Sistem Rudal Bastion...
Sistem rudal Bastion Rusia adalah sistem misil pantai mobile yang dirancang untuk melindungi kapal perang Angkatan Laut pasukan Beruang Merah dari ancaman pesawat atau kapal perang musuh. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Sistem rudal Bastion Rusia adalah sistem misil pantai mobile yang dirancang untuk melindungi kapal perang Angkatan Laut pasukan Beruang Merah dari ancaman pesawat atau kapal perang musuh. Sistem rudal Bastion sudah masuk layanan militer Rusia sejak 2010 dan terbaru dikerahkan ke Pulau Kuril dekat Jepang.

Tujuan utama sistem rudal bastion adalah melindungi pantai yang membentang lebih dari 600 km dari operasi amfibi musuh. Sistem misil dipasang pada kendaraan bergerak yang dapat menembakan rudal dalam waktu kurang dari lima menit dan tetap siaga aktif selama 3–5 hari.

Dikutip dari laman Military Today, Rabu (7/12/2022), peluncur Bastion membawa dua rudal jelajah anti-kapal P-800 Oniks atau Yakhont (SS-N-26 Strobile). Rudal ini memiliki jangkauan 300 km dengan lintasan penerbangan rendah-tinggi dan jangkauan 120 km dengan lintasan penerbangan rendah-rendah.

Baca juga; Rudal Anti-Kapal Bastion Serang Target Darat Ukraina, Pertanda Stok Rudal Rusia Menipis?

Rudal Yakhont membawa hulu ledak seberat 200 kilogram dan memiliki kemampuan unik terbang beberapa meter di atas permukaan air, sehingga sulit untuk dideteksi dan dicegat sistem pertahanan mana pun. Meskipun dirancangan membawa hulu ledak konvensional, tapi dapat juga membawa hulu ledak nuklir.

Rudal Yakhont termasuk tipe fire-and-forget (tembak dan lupakan). Ketika ditembakkan rudal ini dipandu satelit pada tahap awal penerbangan dan radar aktif saat mendekati target.

Rudal itu memiliki sistem propulsi dua tahap, menggunakan pendorong roket berbahan bakar padat untuk akselerasi awal dan ramjet berbahan bakar cair untuk pelayaran supersonik berkelanjutan. Booster dikeluarkan oleh aliran udara setelah terbakar.

Rudal ini menggunakan teknologi rudal jelajah sea-skimming buatan Rusia. Jadi rudal ini bisa terbang di ketinggian dari 5 hingga 14.000 meter di atas permukaan laut.

Baca juga; Benteng Bastion Frederik Hendrik: Simbol Kolonial yang Diruntuhkan Bung Karno

Sistem senjata jarak dekat mungkin tidak efektif untuk melawan rudal Yakhont ini, karena bergerak terlalu cepat. Rudal ini juga dapat digunakan di lingkungan penanggulangan elektronik, jadi mungkin sulit bagi sistem pertahanan udara untuk mencegatnya.

Sedangkan kendaraan peluncur sistem rudal bastion menggunakan sasis mobilitas tinggi Belarusia MZKT-7930. Kendaraan ini memiliki mobilitas lintas negara yang baik dan dapat beroperasi di medan yang berat. Kendaraan ini dioperasikan oleh 3 awak, termasuk komandan, operator, dan pengemudi.

Kendaraan ini memiliki konfigurasi peluncuran vertikal dan dapat meluncurkan kedua rudal dengan interval pendek 2-5 detik antara peluncuran. Rudal tersebut dapat digunakan hingga Sea State 7. Setelah didukung oleh kendaraan pendukung tugas tempur, peluncur Bastion-P dapat tetap siaga aktif hingga 30 hari.
Sistem Rudal Bastion Rusia, Mampu Lindungi Garis Pantai Sepanjang 600 Km dari Ancaman Musuh


Baterai sistem rudal Bastion terdiri dari 4 peluncur bergerak, 1-2 kendaraan komando dan kontrol, 1 kendaraan pendukung; 4 transloader. Kendaraan peluncur dapat ditempatkan hingga 25 km dari kendaraan komando dan kontrol. Seluruh baterai Bastion dikendalikan dari markas utama Angkatan Laut. Jika diperlukan kendaraan peluncur dapat beroperasi secara mandiri.

Baca juga; Rusia Tembakkan Rudal Nudol yang Mampu Jatuhkan Satelit

Rusia juga mengusulkan radar over-the-horizon tambahan untuk sistem rudal Bastion. Sebagai alternatif, Rusia menggunakan helikopter peringatan dini lintas udara Ka-31 untuk peran ini.

Militer Rusia mengoperasikan sistem rudal pertahanan pantai Bal yang sangat mirip, yang diadopsi pada tahun 2004. Sistem ini menggunakan rudal jelajah anti-kapal Kh-35 yang kurang mumpuni, tetapi membawa 8 rudal per kendaraan peluncur.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Rudal Steel Dome, Perisai...
Rudal Steel Dome, Perisai Baja Berlapis yang Tak Tertembus Guncang Timur Tengah
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Rudal DF-61 Buatan China...
Rudal DF-61 Buatan China Siap Merobek Langit
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rekomendasi
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved