Sistem Rudal Bastion Rusia, Mampu Lindungi Garis Pantai Sepanjang 600 Km dari Ancaman Musuh

Rabu, 07 Desember 2022 - 13:02 WIB
loading...
A A A
Rudal itu memiliki sistem propulsi dua tahap, menggunakan pendorong roket berbahan bakar padat untuk akselerasi awal dan ramjet berbahan bakar cair untuk pelayaran supersonik berkelanjutan. Booster dikeluarkan oleh aliran udara setelah terbakar.

Rudal ini menggunakan teknologi rudal jelajah sea-skimming buatan Rusia. Jadi rudal ini bisa terbang di ketinggian dari 5 hingga 14.000 meter di atas permukaan laut.

Baca juga; Benteng Bastion Frederik Hendrik: Simbol Kolonial yang Diruntuhkan Bung Karno

Sistem senjata jarak dekat mungkin tidak efektif untuk melawan rudal Yakhont ini, karena bergerak terlalu cepat. Rudal ini juga dapat digunakan di lingkungan penanggulangan elektronik, jadi mungkin sulit bagi sistem pertahanan udara untuk mencegatnya.

Sedangkan kendaraan peluncur sistem rudal bastion menggunakan sasis mobilitas tinggi Belarusia MZKT-7930. Kendaraan ini memiliki mobilitas lintas negara yang baik dan dapat beroperasi di medan yang berat. Kendaraan ini dioperasikan oleh 3 awak, termasuk komandan, operator, dan pengemudi.

Kendaraan ini memiliki konfigurasi peluncuran vertikal dan dapat meluncurkan kedua rudal dengan interval pendek 2-5 detik antara peluncuran. Rudal tersebut dapat digunakan hingga Sea State 7. Setelah didukung oleh kendaraan pendukung tugas tempur, peluncur Bastion-P dapat tetap siaga aktif hingga 30 hari.
Sistem Rudal Bastion Rusia, Mampu Lindungi Garis Pantai Sepanjang 600 Km dari Ancaman Musuh
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Rudal Steel Dome, Perisai...
Rudal Steel Dome, Perisai Baja Berlapis yang Tak Tertembus Guncang Timur Tengah
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Rudal DF-61 Buatan China...
Rudal DF-61 Buatan China Siap Merobek Langit
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Rekomendasi
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved