Meta Konfirmasi Keterlibatan Militer AS dalam Operasi Media Sosial
Rabu, 23 November 2022 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Mereka menerbitkan temuan tentang apa yang disebut “kasus (operasi informasi) terselubung pro-Barat yang paling luas di media sosial untuk ditinjau dan dianalisis secara terbuka. Kegiatan tersebut termasuk beberapa kelompok yang berfokus pada Iran, Teluk, Asia Tengah, dan Timur Tengah dan Afrika Utara.
“Biasanya, setiap klaster memposting tentang tema tertentu, termasuk olahraga dan budaya di negara tertentu, kerja sama dengan Amerika Serikat. Termasuk kerja sama militer; dan kritik terhadap Iran, China, atau Rusia,” kata Meta.
Setelah para peneliti pertama kali mengungkap operasi selama satu dekade pada bulan Agustus, Pentagon memerintahkan audit menyeluruh tentang bagaimana melakukan perang informasi rahasia. Mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, The Washington Post melaporkan pada bulan September, bahwa Komando Pusat AS termasuk di antara entitas yang diawasi sebagai bagian dari peran potensial mereka dalam operasi tersebut.
Baca juga; Ngambek, Meta Ancam Tutup Facebook dan Instagram di Eropa
Orang-orang di belakang jaringan menyamar sebagai penduduk lokal di negara yang mereka targetkan, kata Meta, beberapa di antaranya menggunakan foto profil yang kemungkinan dihasilkan menggunakan teknik pembelajaran mesin. Seorang juru bicara Komando Pusat AS menolak berkomentar.
“Biasanya, setiap klaster memposting tentang tema tertentu, termasuk olahraga dan budaya di negara tertentu, kerja sama dengan Amerika Serikat. Termasuk kerja sama militer; dan kritik terhadap Iran, China, atau Rusia,” kata Meta.
Setelah para peneliti pertama kali mengungkap operasi selama satu dekade pada bulan Agustus, Pentagon memerintahkan audit menyeluruh tentang bagaimana melakukan perang informasi rahasia. Mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, The Washington Post melaporkan pada bulan September, bahwa Komando Pusat AS termasuk di antara entitas yang diawasi sebagai bagian dari peran potensial mereka dalam operasi tersebut.
Baca juga; Ngambek, Meta Ancam Tutup Facebook dan Instagram di Eropa
Orang-orang di belakang jaringan menyamar sebagai penduduk lokal di negara yang mereka targetkan, kata Meta, beberapa di antaranya menggunakan foto profil yang kemungkinan dihasilkan menggunakan teknik pembelajaran mesin. Seorang juru bicara Komando Pusat AS menolak berkomentar.
Lihat Juga :