Rusia Luncurkan Satelit Tundra untuk Deteksi Ancaman Serangan Rudal Balistik
Selasa, 08 November 2022 - 15:39 WIB
loading...
Roket Soyuz-2.1b lepas landas dari Plesetsk Cosmodrome membawa satelit Tundra No 6. Foto/Roscosmos
A
A
A
MOSKOW - Rusia meluncurkan satelit keenam dari sistem peringatan dini generasi berikutnya yang dikenal dengan Tundra dari Situs 43/4 di Plesetsk Cosmodrome. Setelah mencapai orbit, satelit Tundra itu ditetapkan sebagai Kosmos-2563.
Seri satelit Tundra, yang dikenal sebagai satelit Kupol atau Edinaya Kosmicheskaya Sistema (EKS), adalah generasi berikutnya dari satelit peringatan dini Rusia. Satelit ini dirancang untuk menggantikan satelit peringatan dini US-K dan US-KMO dari sistem Oko-1.
Satelit EKS Kupol adalah bagian dari program pengembangan satelit peringatan dini, yang dirancang untuk mengidentifikasi kemungkinan peluncuran rudal balistik. Satelit ini juga dilengkapi radar peringatan dini seperti Voronezh.
Baca juga; Dukung Pasukan Dirgantara Rusia, Roket Soyuz Luncurkan Satelit Intelijen
“Jaringan peringatan dini ini memberikan pemberitahuan tentang potensi serangan nuklir dan akan memberikan informasi kepada sistem pertahanan untuk melindungi Moskow serta sumber daya pertahanan lainnya. Kemudian menyiapkan serangan balik untuk rudal Rusia lainnya,” tulis nasaspaceflight, Selasa (8/11/2022).
Seri satelit Tundra, yang dikenal sebagai satelit Kupol atau Edinaya Kosmicheskaya Sistema (EKS), adalah generasi berikutnya dari satelit peringatan dini Rusia. Satelit ini dirancang untuk menggantikan satelit peringatan dini US-K dan US-KMO dari sistem Oko-1.
Satelit EKS Kupol adalah bagian dari program pengembangan satelit peringatan dini, yang dirancang untuk mengidentifikasi kemungkinan peluncuran rudal balistik. Satelit ini juga dilengkapi radar peringatan dini seperti Voronezh.
Baca juga; Dukung Pasukan Dirgantara Rusia, Roket Soyuz Luncurkan Satelit Intelijen
“Jaringan peringatan dini ini memberikan pemberitahuan tentang potensi serangan nuklir dan akan memberikan informasi kepada sistem pertahanan untuk melindungi Moskow serta sumber daya pertahanan lainnya. Kemudian menyiapkan serangan balik untuk rudal Rusia lainnya,” tulis nasaspaceflight, Selasa (8/11/2022).

Lihat Juga :