Puing-puing Roket Long March 5B China Seberat 23 Ton Jatuh di Samudra Pasifik

Sabtu, 05 November 2022 - 12:22 WIB
loading...
Puing-puing Roket Long...
Sepotong puing-puing luar angkasa dari peluncuran roket Long March 5B China seberat 23 ton jatuh di Samudra Pasifik tengah-selatan. Foto/Space/Aerospace Corporation
A A A
BEIJING - Sepotong puing-puing luar angkasa dari peluncuran roket Long March 5B China seberat 23 ton jatuh di Samudra Pasifik tengah-selatan. Roket Long March 5B jatuh kembali ke Bumi setelah meluncurkan modul ketiga dan terakhir ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong China pada Senin 31 Oktober 2022.

China membiarkan potongan besar puing sisa dari tahap inti roket Long March 5B ini jatuh ke Bumi tanpa ada upaya apa pun agar mendarat di tempat yang aman. Ini menjadi peristiwa yang agak umum, karena Long March 5B tidak dirancang dengan fitur apa pun yang memungkinkannya untuk dideorbit dengan aman setelah diluncurkan.

Untungnya, badan roket besar itu jatuh tanpa menimbulkan bahaya di Samudra Pasifik. Hal ini sudah dikonfirmasi Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) melalui akun Twitternya.

Baca juga; Waspada Roket China Jatuh ke Bumi pada 5 November, Lokasinya Belum dapat Dipastikan

“#USSPACECOM dapat mengonfirmasi bahwa roket Republik Rakyat Tiongkok Long March 5B #CZ5B memasuki kembali atmosfer di atas Samudra Pasifik tengah-selatan pada pukul 04:01 MDT/10:01 UTC pada 11/4,” tulis Komando Luar Angkasa AS pada Jumat 4 November 2022 pagi waktu setempat.

Ketika puing-puing roket yang jatuh kembali ke Bumi secara tak terkendali menyebabkan Spanyol menutup wilayah udaranya. Menurut blog kontrol lalu lintas udara Spanyol Controladores Aéreos, langkah ini dilakukan sebagai peringatan dan tindakan pencegahan.

Ini adalah peristiwa keempat kali puing-puing luar angkasa milik Administrasi Luar Angkasa Nasional China jatuh ke Bumi. Pada Juli 2022, tahap inti Long March 5B seberat 25 ton jatuh melalui atmosfer Bumi di atas Samudra Hindia. Pemerintah China belum mengeluarkan pernyataan terkait peristiwa tersebut.
Puing-puing Roket Long March 5B China Seberat 23 Ton Jatuh di Samudra Pasifik


Sebelum itu pada April 2021, panggung inti yang tersisa dari misi stasiun luar angkasa Tiangong lainnya menyebarkan puing-puing ke badan air yang sama. Pada Mei 2020, potongan Long March 5B berhasil mendarat di Afrika Barat, dilaporkan meninggalkan potongan sampah luar angkasa berserakan di Pantai Gading.

Baca juga; Perusahaan Australia Klaim Berhasil Memotret Roket China yang Jatuh ke Bumi

Sayangnya, tidak ada perjanjian internasional untuk mencegah insiden ini terjadi lagi di masa depan. “Jadi sebenarnya tidak ada tindakan hukum langsung untuk mengontrol apa yang terjadi di tingkat internasional,” kata Marlon Sorge, Direktur Eksekutif Pusat Studi Orbital dan Reentry Debris The Aerospace Corporation dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Sabtu (5/11/2022).

Kepala NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk peristiwa roket Long March 5B China yang jatuh ke Bumi secara tidak terkendali. “Sekali lagi, Republik Rakyat China mengambil risiko yang tidak perlu dengan masuknya kembali roket Long March 5B yang tidak terkendali,” tulis Administrator NASA Bill Nelson.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved