Sungai Raksasa Ditemukan di Bawah Antartika, Lebih Besar dari Sungai Thames
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Ngeri, Penampakan Sungai-sungai Indah Eropa yang Mulai Kering karena Panas Ekstrem
Betapapun menariknya penemuan ini, sungai di bawah es yang mengalir berpotensi merusak lapisan es dengan mempercepat hilangnya es saat iklim menghangat. Para peneliti juga tertarik untuk melihat bagaimana keberadaan sungai dapat memengaruhi prediksi tentang bagaimana Antartika akan berubah dalam menghadapi perubahan iklim.
“Wilayah di mana penelitian ini memiliki cukup es untuk menaikkan permukaan laut secara global setinggi 4,3 meter. Seberapa banyak es ini mencair, dan seberapa cepat, terkait dengan seberapa licin dasar es. Sistem sungai yang baru ditemukan dapat sangat mempengaruhi proses ini,” jelas Siegert.
![Sungai Raksasa Ditemukan di Bawah Antartika, Lebih Besar dari Sungai Thames]()
Keberadaan sungai ini dan lainnya seperti itu juga perlu diperhitungkan ketika memprediksi kemungkinan dampak perubahan iklim di wilayah tersebut. Dari pengukuran satelit, wilayah Antartika diketahui kehilangan es, dan penemuan ini bisa menjadi mata rantai mengetahui penyebabnya.
“Hanya dengan mengetahui mengapa es hilang, kami dapat membuat model dan prediksi tentang bagaimana es akan bereaksi di masa depan di bawah pemanasan global lebih lanjut. Termasuk, seberapa besar ini dapat meningkatkan permukaan laut global,” ujar pemimpin peneliti Dr Christine Dow dari University of air.
Betapapun menariknya penemuan ini, sungai di bawah es yang mengalir berpotensi merusak lapisan es dengan mempercepat hilangnya es saat iklim menghangat. Para peneliti juga tertarik untuk melihat bagaimana keberadaan sungai dapat memengaruhi prediksi tentang bagaimana Antartika akan berubah dalam menghadapi perubahan iklim.
“Wilayah di mana penelitian ini memiliki cukup es untuk menaikkan permukaan laut secara global setinggi 4,3 meter. Seberapa banyak es ini mencair, dan seberapa cepat, terkait dengan seberapa licin dasar es. Sistem sungai yang baru ditemukan dapat sangat mempengaruhi proses ini,” jelas Siegert.

Keberadaan sungai ini dan lainnya seperti itu juga perlu diperhitungkan ketika memprediksi kemungkinan dampak perubahan iklim di wilayah tersebut. Dari pengukuran satelit, wilayah Antartika diketahui kehilangan es, dan penemuan ini bisa menjadi mata rantai mengetahui penyebabnya.
“Hanya dengan mengetahui mengapa es hilang, kami dapat membuat model dan prediksi tentang bagaimana es akan bereaksi di masa depan di bawah pemanasan global lebih lanjut. Termasuk, seberapa besar ini dapat meningkatkan permukaan laut global,” ujar pemimpin peneliti Dr Christine Dow dari University of air.
(wib)
Lihat Juga :