Beberapa Jam Twitter Diambilalih Elon Musk, Postingan Ujaran Kebencian Bertambah
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 07:30 WIB
loading...
Para peneliti mengatakan telah terjadi peningkatan ujaran kebencian dalam beberapa jam sejak Elon Musk mengambil alih Twitter. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
TEXAS - Para peneliti mengatakan telah terjadi peningkatan ujaran kebencian dalam beberapa jam sejak Elon Musk mengambil alih Twitter . Apalagi menyusul berita Elon Musk mulai membersihkan beberapa staf eksekutif Twitter, beberapa kelompok memilih untuk menguji aturan moderasi platform itu.
The Washington Post juga melaporkan bahwa “penghinaan rasial diposting secara merajalela dalam semalam,” beberapa jam segera setelah pengambilalihan Elon Musk. Network Contagion Research Institute (NCRI), sebuah organisasi nirlaba yang mempelajari disinformasi di platform sosial, mengatakan Jumat pagi bahwa mereka telah mengamati peningkatan tajam dalam kata-n (kata-kata berkonotasi negatif) di Twitter.
“Bukti menunjukkan bahwa aktor jahat mencoba menguji batasan di @Twitter. Beberapa posting di 4chan mendorong pengguna untuk memperkuat cercaan yang menghina,” kata kelompok itu dikutio dari laman engadget, Sabtu (29/10/2022).
Baca juga; Di Bawah Komando Elon Musk, Twitter Uji Coba Fitur Mirip TikTok
Seorang juru bicara Twitter tidak menanggapi permintaan komentar terkait masalah ini. Seperti yang ditunjukkan oleh The Post dan NCRI, banyak dari ini tampaknya diatur pada platform seperti 4Chan dan TheDonald, di mana pengguna saling mendorong untuk menyebarkan kebencian.
Untuk saat ini, tidak jelas seberapa luas upaya ini. Seperti kampanye pelecehan di masa lalu, sekelompok kecil troll dapat memiliki dampak yang sangat besar, terutama pada saat pergolakan bagi perusahaan.
Musk, yang menurut Bloomberg untuk sementara mengambil tugas CEO di perusahaan, mengatakan pada hari Jumat bahwa dia tidak akan mengembalikan akun yang dilarang atau membuat perubahan besar pada kebijakan konten perusahaan. Sampai dia bisa untuk membentuk dewan moderasi konten dengan sudut pandang yang sangat beragam.
The Washington Post juga melaporkan bahwa “penghinaan rasial diposting secara merajalela dalam semalam,” beberapa jam segera setelah pengambilalihan Elon Musk. Network Contagion Research Institute (NCRI), sebuah organisasi nirlaba yang mempelajari disinformasi di platform sosial, mengatakan Jumat pagi bahwa mereka telah mengamati peningkatan tajam dalam kata-n (kata-kata berkonotasi negatif) di Twitter.
“Bukti menunjukkan bahwa aktor jahat mencoba menguji batasan di @Twitter. Beberapa posting di 4chan mendorong pengguna untuk memperkuat cercaan yang menghina,” kata kelompok itu dikutio dari laman engadget, Sabtu (29/10/2022).
Baca juga; Di Bawah Komando Elon Musk, Twitter Uji Coba Fitur Mirip TikTok
Seorang juru bicara Twitter tidak menanggapi permintaan komentar terkait masalah ini. Seperti yang ditunjukkan oleh The Post dan NCRI, banyak dari ini tampaknya diatur pada platform seperti 4Chan dan TheDonald, di mana pengguna saling mendorong untuk menyebarkan kebencian.
Untuk saat ini, tidak jelas seberapa luas upaya ini. Seperti kampanye pelecehan di masa lalu, sekelompok kecil troll dapat memiliki dampak yang sangat besar, terutama pada saat pergolakan bagi perusahaan.
Musk, yang menurut Bloomberg untuk sementara mengambil tugas CEO di perusahaan, mengatakan pada hari Jumat bahwa dia tidak akan mengembalikan akun yang dilarang atau membuat perubahan besar pada kebijakan konten perusahaan. Sampai dia bisa untuk membentuk dewan moderasi konten dengan sudut pandang yang sangat beragam.
Lihat Juga :