Pesawat Kargo Rusia Dorong ISS Bermanuver Hindari Puing-Puing Sisa Uji Rudal Anti-Satelit
Rabu, 26 Oktober 2022 - 12:42 WIB
loading...
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melakukan manuver untuk menghindari ancaman puing-puing sisa uji penembakan rudal anti-satelit Rusia. Foto/NASA/Space
A
A
A
FLORIDA - Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melakukan manuver untuk menghindari ancaman puing-puing sisa uji penembakan rudal anti-satelit Rusia. Uniknya, manuver itu dilakukan berkat bantuan dorongan daya kapal kargo Rusia , Progress 81, yang terpasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Pesawat ruang angkasa Rusia itu melakukan pembakaran mesin selama lima menit pada Senin malam (24 Oktober 2022) untuk menyelamatkan ISS dari bahaya. Manuver ini untuk menghindari pecahan satelit yang hancur dalam uji coba anti-satelit Rusia pada November 2021.
“Tim ISS menembakkan pendorong di Progress 81, sebuah kapal kargo Rusia yang terpasang di stasiun, selama total lima menit dan lima detik untuk menghindari pecahan puing.” Ketarangan NASA dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Rabu (26/10/2022).
Baca juga; Sampah Antariksa Bertambah, Dampak Uji Coba Rudal Anti Satelit Rusia
Manuver tersebut meningkatkan ketinggian ISS sebesar 0,2 mil atau 0,32 kilometer di apogee (titik terjauhnya dari Bumi) dan 0,8 mil atau 1,3 km di perigee (titik terdekatnya dengan Bumi). NASA menambahkan, penembakan pendorong itu tidak mempengaruhi operasi normal stasiun luar angkasa.
Pesawat ruang angkasa Rusia itu melakukan pembakaran mesin selama lima menit pada Senin malam (24 Oktober 2022) untuk menyelamatkan ISS dari bahaya. Manuver ini untuk menghindari pecahan satelit yang hancur dalam uji coba anti-satelit Rusia pada November 2021.
“Tim ISS menembakkan pendorong di Progress 81, sebuah kapal kargo Rusia yang terpasang di stasiun, selama total lima menit dan lima detik untuk menghindari pecahan puing.” Ketarangan NASA dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Rabu (26/10/2022).
Baca juga; Sampah Antariksa Bertambah, Dampak Uji Coba Rudal Anti Satelit Rusia
Manuver tersebut meningkatkan ketinggian ISS sebesar 0,2 mil atau 0,32 kilometer di apogee (titik terjauhnya dari Bumi) dan 0,8 mil atau 1,3 km di perigee (titik terdekatnya dengan Bumi). NASA menambahkan, penembakan pendorong itu tidak mempengaruhi operasi normal stasiun luar angkasa.
Lihat Juga :