Sampel Misi Change 5 China Menjungkirbalikkan Teori Vulkanisme Bulan
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
“Pencairan mantel bulan baru-baru ini dapat dicapai dengan menaikkan suhu atau menurunkan titik leleh. Untuk lebih memahami masalah ini, kita harus memperkirakan suhu dan tekanan di mana vulkanisme muda diciptakan,” kata Chen dalam sebuah pernyataan dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Sabtu (22/10/2022).
![Sampel Misi Change 5 China Menjungkirbalikkan Teori Vulkanisme Bulan]()
Para peneliti melakukan serangkaian kristalisasi fraksional dan simulasi pencairan mantel Bulan untuk membandingkan 27 sampel klastik basal Chang'e 5 dengan basal Apollo. Mereka menemukan bahwa magma muda yang dikumpulkan oleh Chang'e 5 memiliki kandungan kalsium oksida dan titanium dioksida yang lebih tinggi daripada magma Apollo yang lebih tua.
Baca juga; Pesawat Chang'e 5 China Kembali ke Bumi, Bawa Debu dari Bulan
Ini adalah kumulasi laut magma bulan tahap akhir yang kaya kalsium-titanium lebih mudah meleleh daripada akumulasi awal. “Ini adalah hasil yang menarik, menunjukkan kontribusi signifikan dari lautan magma bulan tahap akhir terakumulasi ke formasi vulkanik Chang'e 5,” kata Dr Su Bin, penulis pertama studi tersebut.
Penelitian ini menyajikan bukti untuk mekanisme pertama yang layak untuk menjelaskan vulkanisme muda di bulan yang kompatibel dengan sampel Chang'e 5 yang baru kembali dan dapat membantu memahami evolusi termal dan magmatik Bulan. Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada Jumat (21/10/2022).

Para peneliti melakukan serangkaian kristalisasi fraksional dan simulasi pencairan mantel Bulan untuk membandingkan 27 sampel klastik basal Chang'e 5 dengan basal Apollo. Mereka menemukan bahwa magma muda yang dikumpulkan oleh Chang'e 5 memiliki kandungan kalsium oksida dan titanium dioksida yang lebih tinggi daripada magma Apollo yang lebih tua.
Baca juga; Pesawat Chang'e 5 China Kembali ke Bumi, Bawa Debu dari Bulan
Ini adalah kumulasi laut magma bulan tahap akhir yang kaya kalsium-titanium lebih mudah meleleh daripada akumulasi awal. “Ini adalah hasil yang menarik, menunjukkan kontribusi signifikan dari lautan magma bulan tahap akhir terakumulasi ke formasi vulkanik Chang'e 5,” kata Dr Su Bin, penulis pertama studi tersebut.
Penelitian ini menyajikan bukti untuk mekanisme pertama yang layak untuk menjelaskan vulkanisme muda di bulan yang kompatibel dengan sampel Chang'e 5 yang baru kembali dan dapat membantu memahami evolusi termal dan magmatik Bulan. Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada Jumat (21/10/2022).
(wib)
Lihat Juga :