Lebih Barbar dari Suku Inca, Suku Chimu Gemar Persembahkan Jantung Manusia
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Kerangka ini ditemukan di dua tempat berbeda. Gundukan atau mound I dan II. Pertama ada 25 tulang-belulang sementara 51 sisanya ditemukan di mound II. Berdasarkan temuan sejauh ini, kemungkinan masih banyak lagi pengorbanan anak yang menunggu untuk ditemukan di dekat Huanchaco.
“Jasad yang ditemukan dari mound I kemungkinan berasal dari periode tahun 1050 and 1100 hingga 1200,” imbuh Prieto.
Para peneliti meyakini pengorbanan massal ini bukan tanpa sebab. Dari hasil investigasi ditemukan jika anak-anak hingga remaja ini dikorbankan untuk meredakan amarah dewa, yang saat ini disebut dengan fenomena anomali iklim El Nino. Akibatnya banjir di mana-mana.
“Saya pikir alasan pengorbanan itu kemungkinan terkait peristiwa lingkungan seperti El Nino,” ujar Catherine Gaither, dari Universitas Metropolitan.
“El Nino merupakan siklus iklim di mana air hangat di Samudra Pasifik bergeser lebih dekat ke Amerika Selatan menyebabkan perubahan cuaca,” pungkasnya.
“Jasad yang ditemukan dari mound I kemungkinan berasal dari periode tahun 1050 and 1100 hingga 1200,” imbuh Prieto.
Para peneliti meyakini pengorbanan massal ini bukan tanpa sebab. Dari hasil investigasi ditemukan jika anak-anak hingga remaja ini dikorbankan untuk meredakan amarah dewa, yang saat ini disebut dengan fenomena anomali iklim El Nino. Akibatnya banjir di mana-mana.
“Saya pikir alasan pengorbanan itu kemungkinan terkait peristiwa lingkungan seperti El Nino,” ujar Catherine Gaither, dari Universitas Metropolitan.
“El Nino merupakan siklus iklim di mana air hangat di Samudra Pasifik bergeser lebih dekat ke Amerika Selatan menyebabkan perubahan cuaca,” pungkasnya.
(wbs)
Lihat Juga :