Rusia Perbarui Sistem Navigasi Luar Angkasa, Luncurkan Satelit Terbaru Glonass-K
Kamis, 13 Oktober 2022 - 18:07 WIB
loading...
Roket Soyuz meluncurkan satelit navigasi GLONASS-K kelima dari Kosmodrom Plesetsk Rusia pada 9 Oktober 2022. Foto/Roscosmos
A
A
A
MOSKOW - Rusia memperbarui sistem navigasi luar angkasa dengan meluncurkan satelit terbaru Glonass-K dengan roket Soyuz. Peluncuran dilakukan dari Plesetsk Cosmodrome, barat laut Rusia, pada Minggu 9 Oktober 2022 malam.
Menurut RussianSpaceWeb.com, satelit Glonass-K mencapai orbit dengan sukses, kemudian menerima penunjukan kode Kosmos-2559. Kehadiran satelit Glonass-K menambah jumlah satelit dalam konstelasi navigasi luar angkasa Rusia.
Glonass adalah kependekan dari "Global'naya Navigatsionnaya Sputnikovaya Sistema," atau berarti "Sistem Satelit Navigasi Global." Seperti namanya, satelit ini mirip dengan sistem penentuan posisi global satelit (GPS) Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Navstar.
Baca juga; Rusia dan China Sepakati Penggunaan Bersama Satelit Navigasi Glonass dan Beidou
AS dan Rusia memandang memiliki jaringan GPS secara mandiri sebagai keharusan untuk keamanan nasional. Bukan hanya AS dan Rusia, pandangan serupa juga dipegang Eropa dan China. Mereka juga memiliki konstelasi satelit navigasi buatan sendiri, yang disebut Galileo dan Beidou.
Menurut RussianSpaceWeb.com, satelit Glonass-K mencapai orbit dengan sukses, kemudian menerima penunjukan kode Kosmos-2559. Kehadiran satelit Glonass-K menambah jumlah satelit dalam konstelasi navigasi luar angkasa Rusia.
Glonass adalah kependekan dari "Global'naya Navigatsionnaya Sputnikovaya Sistema," atau berarti "Sistem Satelit Navigasi Global." Seperti namanya, satelit ini mirip dengan sistem penentuan posisi global satelit (GPS) Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Navstar.
Baca juga; Rusia dan China Sepakati Penggunaan Bersama Satelit Navigasi Glonass dan Beidou
AS dan Rusia memandang memiliki jaringan GPS secara mandiri sebagai keharusan untuk keamanan nasional. Bukan hanya AS dan Rusia, pandangan serupa juga dipegang Eropa dan China. Mereka juga memiliki konstelasi satelit navigasi buatan sendiri, yang disebut Galileo dan Beidou.

Lihat Juga :