Ilmuwan Sebut Tak Ada Bumi Kedua, Meskipun Ditemukan Planet Layak Huni

Selasa, 04 Oktober 2022 - 19:27 WIB
loading...
Ilmuwan Sebut Tak Ada...
Ilustrasi tiga jenis planet: planet dengan sebagian besar daratan; sebuah planet dengan campuran yang baik antara daratan dan lautan, seperti Bumi; dan planet samudra dengan hampir tidak ada daratan. Foto/Europlanet 2024 RI/Space.com
A A A
GRANADA - Sebuah studi menemukan planet mirip Bumi dengan sekitar 30% permukaannya daratan kontinental dan dinilai layak huni. Meskipun terdengar menggoda untuk kehidupan di planet lain, namun para ilmuwan menegaskan tidak akan ada Bumi kedua.

Diketahui bahwa rasio Bumi antara daratan dan lautan adalah 1:3 sangat seimbang sehingga mendukung kehidupan di dalamnya. Berbeda untuk sebagian besar planet lain, rasio ini dapat dengan mudah berubah menjadi sebagian besar daratan atau sebagian besar laut.

“Kami penduduk bumi menikmati keseimbangan antara daratan dan lautan di planet asal kami. Sangat menggoda untuk berasumsi bahwa Bumi kedua akan sama seperti kita, tetapi hasil pemodelan kami menunjukkan bahwa ini tidak mungkin terjadi,” kata Tilman Spohn, Direktur Eksekutif Institut Sains Antariksa Internasional dikutip SINDOnews dari lama Space.com, Selasa (4/10/2022).

Baca juga; Selain Bumi, Adakah Planet Lain yang Memiliki Oksigen? Ini Penjelasannya

Para peneliti sampai pada kesimpulan ini kondisi Bumi tercipta terkait hubungan antara air di mantel planet dan daur ulang daratan benua melalui lempeng tektonik. Spohn dan rekan peneliti Dennis Honing, dari Institut Potsdam di Jerman, menyimpulkan bahwa mendingin suhu mantel bumi, adalah 1.410 derajat Celcius di dekat kerak dan 3.700 C pada kedalaman yang lebih jauh.

Sedangkan zona subduksi pada batas antara lempeng tektonik dapat mengalirkan air di atas daratan pada suhu mantel ini, Bumi membutuhkan waktu 2,5 miliar tahun. Sampai akhirnya Bumi menemukan keseimbangan dan dapat ditinggali manusia.

“Model numerik kami tentang bagaimana siklus ini berinteraksi, menunjukkan bahwa Bumi saat ini mungkin merupakan planet yang luar biasa,” kata Spohn.

Baca juga; Ilmuwan Temukan Cara baru Membuat Oksigen untuk Planet Mars

Spohn dan Honing juga mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti bagaimana pelepasan karbon dioksida (gas rumah kaca) berkontribusi pada siklus karbon-silikat. Siklus ini bertindak sebagai termostat jangka panjang planet yang mengendalikan iklim selama jutaan tahun.

Kondisi ini berbeda dengan tiga model planet yang diperkirakan layak dihuni dari penemuan para ilmuwan. Untuk planet yang didominasi lautan dengan kurang dari 10% daratan kemungkinan akan menjadi hangat, dengan atmosfer lembap, dan iklim tropis.
Ilmuwan Sebut Tak Ada Bumi Kedua, Meskipun Ditemukan Planet Layak Huni


Sedangkan planet yang didominasi daratan dengan kurang dari 30% permukaannya tertutup lautan akan lebih dingin, lebih kering, dan lebih keras. Sedangkan planet yang didominasi daratan, gurun yang dingin akan membentang di seluruh daratan, dan gletser yang luas serta lapisan es akan jadi pemandangan biasa.

Baca juga; 7 Syarat Planet Layak Huni untuk Manusia dan Makhluk Hidup, Nomor Terakhir Harus Berotasi

Jadi planet dengan rasio daratan dan laut yang mirip dengan planet Bumi sangat langka. Apalagi, planet mirip Bumi dengan sekitar 30% permukaannya ditutupi oleh daratan kontinental yang terbuka mungkin hanya 1% dari galaksi berbatu di zona layak huni bintang.

Area di sekitar bintang diperkirakan ilmuwan memungkinkan air dalam bentuk cair bisa ada di permukaan planet. Bahkan jika memang ada planet yang mirip Bumi, “Fauna dan flora mereka mungkin sangat berbeda (dengan Bumi),” kata Spohn.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
Jawaban Mengapa Planet...
Jawaban Mengapa Planet Saudara Bumi Kehilangan Semua Airnya Terkuak!
Fenomena Alam Juli 2025:...
Fenomena Alam Juli 2025: Matahari Lambat Terbenam hingga Jarak Bumi Semakin Menjauh
lmuwan China Temukan...
lmuwan China Temukan Planet Bumi Super
Sesuatu yang Tersembunyi...
Sesuatu yang Tersembunyi di Pluto Akhirnya Terpecahkan
Objek Baru Berbentuk...
Objek Baru Berbentuk seperti Bola Ditemukan di Luar Angkasa
Selamat Tinggal 24 Jam...
Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Teka-teki Cincin Bumi...
Teka-teki Cincin Bumi Berusia 1.400 di Australia Terpecahkan
Rekomendasi
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved