Situs Tambang Tembaga Kuno di Gurun Israel, Dikaitkan dengan Legenda Emas Raja Salomo
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 06:37 WIB
loading...
Lembah Timna di gurun Negev Israel dekat Eilat adalah lokasi pertambangan tembaga besar dan industri peleburan sekitar 3.000 tahun yang lalu. Foto/Central Timna Valley Project/Live Science
A
A
A
TEL AVIV - Situs kuno tambang tembaga di Gurun Negev Israel menjadi salah satu bukti tentang legenda tambang emas Raja Salomo sekitar 3.000 tahun yang lalu. Para peneliti menemukan bukti penggunaan arang dari pohon langka untuk melebur bijih tembaga.
Para peneliti mempelajari fragmen arang dari tungku kuno di Lembah Timna dekat Eilat, tempat industri tembaga yang makmur berkembang dari abad ke-11 hingga ke-9 SM. Studi ini menyimpulkan orang-orang di sana menggunakan semua tanaman untuk membuat arang dan digunakan untuk peleburan.
Para peneliti menemukan kayu yang digunakan untuk menjadi arang sangat berkualitas, namun setelah 250 tahun kualitas kayu di sana menurun sehingga penambangan dan peleburan tembaga dan emas ditinggalkan. Beberapa masih menggunakan pohon akasia dan palem dengan kualitas kayu lebih rendah untuk dijadikan arang.
Baca juga; Ini Asal Usul 5 Sapi Merah yang Gemparkan Israel, Benarkah Sudah Sempurna?
Sampai sekitar tahun 850 SM, industri tembaga di tengah gurun itu benar-benar ditinggalkan, dan tidak ada dieksploitasi lagi selama satu milenium. “Seiring waktu, semakin sedikit kayu yang tersedia sehingga penambangan ditinggalkan,” kata Mark Cavanagh, arkeobotani Universitas Tel Aviv kepada Live Science, Sabtu (10/1/2022).
Para peneliti mempelajari fragmen arang dari tungku kuno di Lembah Timna dekat Eilat, tempat industri tembaga yang makmur berkembang dari abad ke-11 hingga ke-9 SM. Studi ini menyimpulkan orang-orang di sana menggunakan semua tanaman untuk membuat arang dan digunakan untuk peleburan.
Para peneliti menemukan kayu yang digunakan untuk menjadi arang sangat berkualitas, namun setelah 250 tahun kualitas kayu di sana menurun sehingga penambangan dan peleburan tembaga dan emas ditinggalkan. Beberapa masih menggunakan pohon akasia dan palem dengan kualitas kayu lebih rendah untuk dijadikan arang.
Baca juga; Ini Asal Usul 5 Sapi Merah yang Gemparkan Israel, Benarkah Sudah Sempurna?
Sampai sekitar tahun 850 SM, industri tembaga di tengah gurun itu benar-benar ditinggalkan, dan tidak ada dieksploitasi lagi selama satu milenium. “Seiring waktu, semakin sedikit kayu yang tersedia sehingga penambangan ditinggalkan,” kata Mark Cavanagh, arkeobotani Universitas Tel Aviv kepada Live Science, Sabtu (10/1/2022).

Lihat Juga :