Samsung dan Intel Bikin Layar Komputer yang Bisa Diperbesar

Rabu, 28 September 2022 - 07:00 WIB
loading...
Samsung dan Intel Bikin Layar Komputer yang Bisa Diperbesar
Samsung dan Intel membuat konsep layar komputer atau laptop yang bisa diperbesar ukurannya. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Lupakan layar ponsel yang bisa dilipat, Samsung dan Intel kini bekerja sama membuat layar komputer yang bisa diperbesar. Layar yang bisa diperbesar itu dihadirkan dalam ajang Intel Innovation 2022 baru-baru ini.

Dalam acara itu Samsung dan Intel memperlihatkan purwarupa layar komputer yang bisa diperbesar dari ukuran 13 inci jadi 17 inci. Caranya memperbesarnya sendiri sangat mudah. Pengguna tinggal menarik keluar salah satu sudut layar komputer. Dari situ layar akan memanjang dari ukuran 13 inci jadi 17 inci.

"Perangkat ini akan memenuhi berbagai kebutuhan yang memerlukan layar yang lebih besar," ujar JS Choi, CEO Samsung Display.

Baca juga : Bukan Buat Ngepot, Ini Fungsi Utama AYC di Mitsubishi Xpander Cross

Samsung dan Intel Bikin Layar Komputer yang Bisa Diperbesar


JS Choi dalam acara itu mengatakan layar tersebut sebagai Personal Computer atau (PC). Hanya saja dari bentuk yang mereka bawa terlihat layar tersebut menurut CNET sangat ideal untuk dikatakan sebagai tablet dan laptop.

Sayangnya Samsung dan Intel tidak menjelaskan kapan layar yang bisa diperbesar itu bisa jadi produk massal. Namun desainnya menunjukkan bagaimana industri komputer terus berinovasi untuk melampaui desain konvensional yang ada di komputer, laptop dan tablet.

Baca juga : Jeep Wrangler Siap Tinggalkan Mesin Diesel untuk Selamanya



Saat ini desain ketiga perangkat itu memang sudah cukup usang. Laptop sudah cukup lama tampil dengan desain lipat yang saat ini begitu popular di masyarakat. Saat ini memang ada desain baru dimana laptop melengkapi layarnya dengan engsel ke belakang untuk mengubah perangkat menjadi seperti tablet.

Hanya saja diperkirakan terobosan baru yang ditawarkan Samsung dan Intel itu justru akan membuat ketiga perangkat tadi jadi lebih mahal. Bagian yang bisa digerakkan dan komponen fleksibel di layar tentu tidak akan murah.

Hal itu tentu jadi tantangan terutama buat komputer yang pasarnyajustru semakin menyusut belakangan ini. Menurut Michelle Johnston Holthaus, desain baru ini memang lebih mengarah ke segmen komputer premium. "Ini akan membuat segmen baru dibanding segmen yang sudah ada dimana PC dijual untuk kebutuhan perusahaan dalam jumlah banyak," jelasnya.
(wsb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1096 seconds (10.101#12.26)