Rusia Uji Coba Pesawat Pengintai Baru di Ukraina, Tu-214R Punya Radar Tembus Tanah

Selasa, 27 September 2022 - 09:19 WIB
loading...
Rusia Uji Coba Pesawat...
Angkatan Udara dan Luar Angkasa Rusia (VKS) telah menguji pesawat pengintai Tu-214R terbaru yang dimiliki di atas Ukraina. Foto/Wikimedia/Twitter
A A A
MOSKOW - Angkatan Udara dan Luar Angkasa Rusia (VKS) telah menguji pesawat pengintai Tu-214R terbaru yang dimiliki di atas Ukraina. Pengintai Tu-214R adalah pesawat yang relatif baru dalam pelayanan di Federasi Rusia untuk mendeteksi target militer.

Pengujian pesawat pengintai Tu-214R ini dipublikasikan di beberapa media Rusia, termasuk RIA Novosti. Menurut analis militer Rusia, Tu-214R dikirim ke Ukraina untuk memetakan situasi saat ini dan mendeteksi struktur militer masa depan.

Informasi yang diberikan media Rusia mengenai kemampuan pesawat pengintai Tu-214R ini sangat sedikit. Menurut pernyataan Rusia, pesawat pengingtai Tu-214R dilengkapi dengan beberapa radar omnidirectional dan tampak samping, peralatan pengintaian elektronik, serta sistem elektron-optik yang menghasilkan foto udara resolusi tinggi.

Baca juga; Bartini-Beriev VVA-14, Pesawat Amfibi Lepas Landas Vertikal

Sumber pihak Rusia mengklaim bahwa pesawat pengintai Tu-214R mampu mendeteksi stasiun radio musuh dan radar 400 km jauhnya. “Tu-214R digunakan untuk mendeteksi situs militer Ukraina setelah selesainya perbaikan saat ini,” tulis sejumlah media Rusia dikutip SINDOnews dari laman BulgarianMilitary, Selasa (27/9/2022).

Pesawat pengintai Tu-214R adalah pesawat yang relatif baru dalam pelayanan di Federasi Rusia. Dirancang pada tahun 2009, secara resmi diterima ke dalam layanan militer Rusia pada tahun 2012. Satu tahun sebelumnya, pada 2011, dilakukan penerbangan uji pertama Tu-214R.

Saat ini, Angkatan Udara dan Luar Angkasa Rusia memiliki dua pesawat seperti itu, tetapi pada 2016 Moskow memesan yang ketiga. Penampilan pesawat Tu-214R dapat dibedakan dari pesawat sipil dengan tonjolan karakteristik di bawah pesawat depan dan belakang serta fairings berbentuk tetesan air mata di sisi tubuhnya. Ini merupakan tempat bagi sistem radar phased-array all-round dan side-scanning yang kuat.

Baca juga; Spesifikasi Tu-160M2, Pesawat Pengebom Terbaru Rusia dengan Kekuatan yang Mengerikan

Radar ini, termasuk sistem radio multi-frekuensi MRK-411, berfungsi sebagai mata dan telinga pesawat. Operator menerima informasi dalam mode aktif dan pasif (tanpa mengungkapkan lokasi mereka) dan dapat mencegat komunikasi radio musuh. Fitur utama radar Tu-214R disebut sebagai pemindaian radar penembus tanah (GPR).

Dengan kata lain, pesawat ini mampu melihat menembus tanah. Objek apa pun yang tersembunyi di bawah tanah, tertutup salju atau pasir, atau disamarkan oleh pepohonan, akan dideteksi oleh Tu-214R. Kemudian menampilan snapshot radar dan segera mengirimkan informasi ke pos komando.
Rusia Uji Coba Pesawat Pengintai Baru di Ukraina, Tu-214R Punya Radar Tembus Tanah


Sistem rekayasa radio dilengkapi dengan sistem pencitraan elektro-optik Fraktsiya, yang digunakan oleh kru Tu-214R untuk menerima gambar real-time, presisi tinggi dari medan dalam rentang terlihat dan inframerah.

Baca juga; Beriev A-100 Sukses Uji Terbang dengan Radar Aktif, Pesawat AWACS Rusia Ini Bisa Deteksi Jet Siluman

Dilengkapi dengan perangkat keras yang kuat seperti itu, Tu-214R akan beroperasi bersama dengan pesawat pengintai lainnya dari Pasukan Dirgantara Rusia, seperti Il-20 dan A-50. Berkat Tu-214R, kepemimpinan militer Rusia akan menerima data intelijen komprehensif pada waktu yang tepat, meskipun "langit tertutup".

Pada pertengahan Desember 2015, Tu-214R mengganggu Pasukan Bela Diri Udara Jepang, yang melihat salah satunya di perairan netral di Laut Jepang. Pada musim panas 2015, Tu-214R kedua terlihat di dekat perbatasan Ukraina.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rekomendasi
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Konflik Pascacerai Memanas,...
Konflik Pascacerai Memanas, Sarwendah Sambangi Komnas Perempuan
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Berita Terkini
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Infografis
Balas Ukraina, Rudal...
Balas Ukraina, Rudal Rusia Tewaskan 13 Orang di Zaporizhzhia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved