China Temukan Sumber Tenaga Nuklir di Bulan, Picu Persaingan Eksplorasi Luar Angkasa
Sabtu, 24 September 2022 - 12:25 WIB
loading...
China mengaku telah menemukan jejak Helium-3 dari sekitar 140.000 partikel bulan yang dibawa misi Change-5 ke Bumi. Foto/NASA/Live science
A
A
A
BEIJING - China mengaku telah menemukan jejak Helium-3 dari sekitar 140.000 partikel bulan yang dibawa misi Chang'e-5 ke Bumi. Selama beberapa dekade, para ilmuwan tertarik dengan Helium-3 sebagai sumber bahan bakar potensial untuk fusi nuklir .
Reaksi fusi sejenis produksi energi yang terjadi ketika dua atom ringan bergabung menjadi atom yang lebih berat di bawah panas dan tekanan ekstrem. Reaksi fusi nuklir terjadi secara alami di bagian dalam bintang, tetapi manusia belum menemukan reaktor fusi yang mampu menciptakan energi yang besar.
Sedangkan Helium-3 adalah sumber bahan bakar yang sangat menjanjikan untuk reaksi fusi nuklir karena menghasilkan radiasi dan limbah nuklir yang jauh lebih sedikit daripada elemen lain. Menurut Badan Antariksa Eropa (ESA) unsur Helium-3 memang ada di Bumi tapi dalam jumlah yang relatif kecil.
Baca juga; Temukan Mineral Tak Dikenal di Bulan, China Beri Nama Changesite-(Y)
Dikutip dari laman Live Science, Sabtu (24/9/2022), kandungan Helium-3 dianggap jauh lebih melimpah di bulan, di mana unsur ini telah diendapkan langsung ke lapisan tanah di bulan selama miliaran tahun oleh angin matahari. Penemuan Chang'e-5 tentang deposit helium-3 baru di sisi dekat bulan selanjutnya dapat memicu perlombaan global untuk menjarah sumber daya mineral bulan.
Bahkan tanpa reaktor yang layak untuk memasukkannya, penemuan unsur Helium-3 diperkirakan akan memicu perlombaan menggali sumber daya di bulan. Beberapa negara penjelajah luar angkasa dan perusahaan swasta telah menyatakan minatnya untuk menjelajah bulan untuk menambang Helium-3-nya, termasuk AS dan China.
Menurut Global Times, situs berita yang dikelola pemerintah China, penemuan sumber bahan bakar potensial ini dapat membantu merevolusi produksi energi bersih dan efisien di Bumi. Penemuan ini bersamaan dengan penemuan logam baru di Bulan berupa kristal kecil transparan yang oleh para ilmuwan China disebut Changestite-(Y).
Reaksi fusi sejenis produksi energi yang terjadi ketika dua atom ringan bergabung menjadi atom yang lebih berat di bawah panas dan tekanan ekstrem. Reaksi fusi nuklir terjadi secara alami di bagian dalam bintang, tetapi manusia belum menemukan reaktor fusi yang mampu menciptakan energi yang besar.
Sedangkan Helium-3 adalah sumber bahan bakar yang sangat menjanjikan untuk reaksi fusi nuklir karena menghasilkan radiasi dan limbah nuklir yang jauh lebih sedikit daripada elemen lain. Menurut Badan Antariksa Eropa (ESA) unsur Helium-3 memang ada di Bumi tapi dalam jumlah yang relatif kecil.
Baca juga; Temukan Mineral Tak Dikenal di Bulan, China Beri Nama Changesite-(Y)
Dikutip dari laman Live Science, Sabtu (24/9/2022), kandungan Helium-3 dianggap jauh lebih melimpah di bulan, di mana unsur ini telah diendapkan langsung ke lapisan tanah di bulan selama miliaran tahun oleh angin matahari. Penemuan Chang'e-5 tentang deposit helium-3 baru di sisi dekat bulan selanjutnya dapat memicu perlombaan global untuk menjarah sumber daya mineral bulan.
Bahkan tanpa reaktor yang layak untuk memasukkannya, penemuan unsur Helium-3 diperkirakan akan memicu perlombaan menggali sumber daya di bulan. Beberapa negara penjelajah luar angkasa dan perusahaan swasta telah menyatakan minatnya untuk menjelajah bulan untuk menambang Helium-3-nya, termasuk AS dan China.
Menurut Global Times, situs berita yang dikelola pemerintah China, penemuan sumber bahan bakar potensial ini dapat membantu merevolusi produksi energi bersih dan efisien di Bumi. Penemuan ini bersamaan dengan penemuan logam baru di Bulan berupa kristal kecil transparan yang oleh para ilmuwan China disebut Changestite-(Y).
Lihat Juga :