Penemuan Harta Karun di Laut China Selatan, Benarkah 3 Bangkai Kapal Kuno Ini Terkait Laksamana Cheng Ho?
Rabu, 07 September 2022 - 19:57 WIB
loading...
Laksamana Tiongkok Zheng He atau Cheng Ho, yang armadanya dikatakan terbesar yang pernah ada di dunia, melakukan tujuh ekspedisi pada abad ke-15. Foto/South China Morning Sea/Asiaone
A
A
A
BEIJING - Para peneliti kelautan China telah menemukan tiga bangkai kapal dagang kuno saat penyisiran arkeologis di Laut China Selatan . Bangkai kapal itu ditemukan di jalur antara garis pantai selatan China dan Kepulauan Xisha, yang juga dikenal sebagai Paracel dan diklaim oleh Vietnam.
Menurut laporan media pemerintah China, CCTV, bangkai kapal dagang kuno berada di dasar laut kedalaman sekitar 3.000 meter. Para peneliti China menemukan barang berharga lain, seperti tembikar, porselen, peralatan tanah liat ungu, koin tembaga, papan kayu, dan termasuk 60 artefak lain yang terdeteksi.
Tim ilmuwan dan insinyur dari lebih dari 10 lembaga penelitian menggunakan teknologi pengawasan massal, yang menurut beberapa pengamat juga dapat digunakan untuk keperluan militer China. Dengan menggunakan teknologi dan perangkat keras sonar baru, mereka dapat menyelidiki 100 km persegi setiap hari dan mendeteksi objek yang panjangnya hanya satu meter.
Baca juga; Pertama Kali Bangkai Kapal Titanic Terekam Sangat Detail, Ilmuwan Gunakan Video 8K dan Laser
Chen Chuanxu, seorang peneliti asosiasi dengan Institut Sains dan Teknik Laut Dalam Akademi Ilmu Pengetahuan China, mengatakan, skala survei yang dilakukan dengan dua kapal penelitian terbesar China ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tim peneliti menggali tiga kali lebih dalam dari survei sebelumnya, tetapi dengan efisiensi yang lebih besar berkat kolaborasi erat antara robot dan manusia.
Menurut laporan media pemerintah China, CCTV, bangkai kapal dagang kuno berada di dasar laut kedalaman sekitar 3.000 meter. Para peneliti China menemukan barang berharga lain, seperti tembikar, porselen, peralatan tanah liat ungu, koin tembaga, papan kayu, dan termasuk 60 artefak lain yang terdeteksi.
Tim ilmuwan dan insinyur dari lebih dari 10 lembaga penelitian menggunakan teknologi pengawasan massal, yang menurut beberapa pengamat juga dapat digunakan untuk keperluan militer China. Dengan menggunakan teknologi dan perangkat keras sonar baru, mereka dapat menyelidiki 100 km persegi setiap hari dan mendeteksi objek yang panjangnya hanya satu meter.
Baca juga; Pertama Kali Bangkai Kapal Titanic Terekam Sangat Detail, Ilmuwan Gunakan Video 8K dan Laser
Chen Chuanxu, seorang peneliti asosiasi dengan Institut Sains dan Teknik Laut Dalam Akademi Ilmu Pengetahuan China, mengatakan, skala survei yang dilakukan dengan dua kapal penelitian terbesar China ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tim peneliti menggali tiga kali lebih dalam dari survei sebelumnya, tetapi dengan efisiensi yang lebih besar berkat kolaborasi erat antara robot dan manusia.

Lihat Juga :