China Tuduh AS Bertanggung Jawab Atas Puluhan Ribu Serangan Siber
Selasa, 06 September 2022 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
CVERC menuduh bahwa TAO menyusup ke jaringan universitas dan mengendalikan puluhan ribu perangkat jaringan, termasuk server, router, dan sakelar jaringan. Menggunakan lusinan senjata cyber dan mengeksploitasi kelemahan yang sebelumnya tidak diketahui dalam sistem operasi SunOS.
“Unit tersebut memperoleh akses ke "data teknis inti" termasuk kata sandi dan operasi perangkat jaringan utama,” kata laporan itu dikutip SINDOnews dari laman AFP, Selasa (6/9/2022). Laporan tersebut ditulis CVERC bersama perusahaan keamanan siber swasta China Qihoo 360.
Baca juga; Serangan Siber Semakin Brutal, Bank-bank di Ukraina Lumpuh Total
CVERC menyebutkan bahwa TAO telah mencuri lebih dari 140 gigabyte data bernilai tinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menerima bantuan dari kelompok-kelompok di Eropa dan Asia Selatan. Kementerian luar negeri di Beijing pada hari Senin mengutuk dugaan peretasan tersebut, dengan mengatakan itu "sangat membahayakan keamanan nasional China dan keamanan data pribadi pengguna".
“Kami meminta AS untuk memberikan penjelasan dan mendesak mereka untuk segera menghentikan langkah ilegal ini,” kata Mao Ning, juru bicara kementerian luar negeri, pada konferensi pers reguler. NSA tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.
“Unit tersebut memperoleh akses ke "data teknis inti" termasuk kata sandi dan operasi perangkat jaringan utama,” kata laporan itu dikutip SINDOnews dari laman AFP, Selasa (6/9/2022). Laporan tersebut ditulis CVERC bersama perusahaan keamanan siber swasta China Qihoo 360.
Baca juga; Serangan Siber Semakin Brutal, Bank-bank di Ukraina Lumpuh Total
CVERC menyebutkan bahwa TAO telah mencuri lebih dari 140 gigabyte data bernilai tinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menerima bantuan dari kelompok-kelompok di Eropa dan Asia Selatan. Kementerian luar negeri di Beijing pada hari Senin mengutuk dugaan peretasan tersebut, dengan mengatakan itu "sangat membahayakan keamanan nasional China dan keamanan data pribadi pengguna".
“Kami meminta AS untuk memberikan penjelasan dan mendesak mereka untuk segera menghentikan langkah ilegal ini,” kata Mao Ning, juru bicara kementerian luar negeri, pada konferensi pers reguler. NSA tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Lihat Juga :