Bahaya Perubahan Iklim Sudah di Depan Mata, Alliance for Industry Decarbonization Dibentuk

Kamis, 01 September 2022 - 16:36 WIB
loading...
Bahaya Perubahan Iklim...
Antariksa terancam akibat perubahan iklim dan pemanasan global. FOTO/ IST
A A A
BALI - International Renewable Energy Agency (IRENA), mitra co-founding Siemens Energy dan 13 perusahaan lain di semua sektor industri telah meluncurkan Alliance for Industry Decarbonization atau Aliansi untuk Dekarbonisasi Industri global.

Aliansi baru ini bertujuan untuk mengakselerasi ambisi-ambisi net-zero dan dekarbonisasi rantai nilai industri dalam upaya mencapai target-target iklim dari Paris Agreement.

BACA JUGA - Akuakultur dan Perubahan Iklim

Koalisi baru ini secara resmi diluncurkan dengan mengadopsi Bali Declaration yang dihadiri oleh Director-General IRENA, Francesco la Camera, dan Executive Board Member Siemens Energy, Karim Amin, dalam ajang Investment Forum on Energy Transitions IRENA di Bali, Indonesia, hari ini.

Co-founder Siemens Energy telah menjadi pendorong utama pendirian Aliansi ini dan akan menjadi co-chair kepemimpinan Aliansi. Pertemuan pertama Aliansi direncanakan akan diselenggarakan di COP27 di Sharm El Sheikh, Mesir.

Partisipasi industri-industri terkemuka ini bisa memberikan peluang bisnis bagi industrialisasi ramah lingkungan (green industrialization) dan menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan strategi dan berbagi praktik terbaik untuk mengurangi emisi industri.

Sekitar 25% PDB global dihasilkan oleh sektor industri, yang juga menghasilkan 28% dari emisi GHG. Kemitraan berbasis dialog dan aksi sangat penting bagi para pemangku kepentingan industri untuk menjawab tantangan dan peluang dari transisi energi bersih. Platform multi-stakeholder memungkinkan pertukaran dan kolaborasi tersebut bisa mengakselerasi aksi iklim global.

“Aksi iklim membutuhkan para pemimpin industri,” ucap Francesco La Camera, Director-General International Renewable Energy Agency (IRENA). “Aliansi ini mewakili komitmen yang semakin besar dari industri global untuk mengambil tindakan dekarbonisasi dan membuka peluang yang datang bersama dengan industrialisasi hijau melalui teknologi energi terbarukan dan teknologi- terkait transisi lainnya seperti hidrogen hijau. Bersama-sama, kami memberikan sinyal solidaritas yang jelas menjelang COP27 dan kami mengundang mitra-mitra baru untuk bergabung dengan visi bersama kami.”

“Kita harus segera memangkas emisi gas rumah kaca jika kita ingin mengatasi perubahan iklim. Bertanggung jawab atas lebih dari seperempat emisi global, sektor industri adalah penghasil emisi terbesar kedua dan membutuhkan dekarbonisasi cepat. Dalam upaya ini, kemitraan sangat penting. Dengan teknologi kami, Siemens Energy terus berupaya menciptakan nilai dengan mitra-mitra kami menuju masa depan rendah karbon. Saya yakin Aliansi untuk Dekarbonisasi Industri akan mengakselerasi dekarbonisasi dengan mendirikan forum berbagi kelas-satu bagi mitra-mitra industri, teknologi dan pengetahuan,” kata Karim Amin, Executive Board Member Siemens Energy dalam keterangan persnya Kamis (1/9/2022).

Aliansi untuk Dekarbonisasi Industri diciptakan untuk mencapai target-target net-zero di masing-masing negara dengan lebih cepat, mendorong aksi untuk dekarbonisasi rantai nilai industri, dan meningkatkan pemahaman akan solusi berbasis energi terbarukan dan pengadopsiannya oleh industri.

Aliansi ini juga akan memperkuat dialog dan aksi koordinasi oleh para pemangku kepentingan industri dari sektor publik dan swasta.

IRENA akan mengoordinasi dan memfasilitasi berbagai aktivitas Aliansi ini dengan bekal pengalamannya yang luas menjadi tuan rumah platform multi-stakeholder yang sama, seperti Global Geothermal Alliance, SIDS Lighthouses, dan Coalition for Action.

IRENA juga menawarkan keahlian teknis in-house dan informasi mengenai berbagai topik kebijakan, peraturan, teknologi, dan keuangan terkait dengan dekarbonisasi sektor-sektor penggunaan akhir, termasuk dekarbonisasi industri.

Mitra Co-founding Siemens Energy, Enel Green Power, TAQA Arabia, Eni, Technip Energies, EDF Renewables, JSW, Tata Steel, Sable Chemicals, Tatanga Energy, Roland Berger, Repsol, Equinor dan TAQA.

Keanggotaan Aliansi untuk Dekarbonisasi Industri terbuka untuk perusahaan publik dan swasta serta para pemangku kepentingan yang beroperasi di sektor padat energi yang memiliki ambisi untuk mengarbonisasi aktivitas-aktivitas mereka bersama dengan rantai nilai mereka dan perusahaan-perusahaan yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam pemanfaatan teknologi-teknologi transisi energi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
Pendidikan Iklim Sejak...
Pendidikan Iklim Sejak Dini: Italia Wajibkan, Indonesia Baru Punya Oase di Semarang
Panas Ekstrem di Indonesia...
Panas Ekstrem di Indonesia Bakal Berlangsung Lebih Lama
Kondisi Arktik pada...
Kondisi Arktik pada Tahun 2100 Diklaim Jadi Awal Mula Kiamat
Sulap Gurun menjadi...
Sulap Gurun menjadi Gedung Pencakar Langit, PBB Vonis Arab Saudi Mempercepat Kiamat
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Rekomendasi
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Infografis
Perangkat Mata-mata...
Perangkat Mata-mata Israel Ditemukan Tersembunyi di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved