Monster Penghuni Laut Dalam Mati Terdampar di Pantai

Jum'at, 26 Agustus 2022 - 19:54 WIB
loading...
Monster Penghuni Laut...
Cumi-cumi raksasa yang terakhir kali terdampar di Afrika Selatan berukuran sekitar 11,5 kaki. Itu masih lebih kecil dari cumi-cumi yang baru saja terdampar. FOTO/ IST
A A A
CAPE TOWN - Bangkai monster cumi-cumi berukuran besar sepanjang 14 kaki terdampar di pantai Scarborough Beach di Cape Town, Afrika Selatan. Ahli menyebut cumi-cumi raksasa ini dikenal sebagai Architeuthis dux, yang merupakan spesies penghuni laut dalam.

"Meskipun cumi-cumi besar lainnya ada, saya cukup yakin ini adalah cumi-cumi raksasa sejati," kata Mike Vecchione, ahli zoologi invertebrata National Oceanic and Atmospheric Administration kepada Live Science, dikutip dari Metro Jumat (26/8/2022).

BACA JUGA - Cara Suku Dayak Membuktikan Keberadaan Ular Raksasa Nabau dan Tangkalaluk

Para ahli kemudian mengumpulkan sampel jaringan dari bangkai cumi-cumi raksasa ini di Pantai Scarborough. Dan sampel jatingan yang dikumpulkan akan segera diperiksa oleh para peneliti di Museum Afrika Selatan Iziko, Gregg Oelofse, manajer pesisir Kota Cape Town.

Cumi-cumi raksasa yang terakhir kali terdampar di Afrika Selatan berukuran sekitar 11,5 kaki. Itu masih lebih kecil dari cumi-cumi yang baru saja terdampar. Namun begitu, ukuran cumi-cumi raksasa ini masih jauh lebih kecil dari cumi-cumi terbesar di dunia.

Untuk diketahui, cumi-cumi terbesar di dunia pernah terlihat dan dilaporkan berukuran 43 kaki. Tapi sayangnya hingga saat ini tidak jelas penyebab kematian cumi-cumi raksasa, tetapi para ilmuwan menduga itu mungkin karena ditabrak oleh baling-baling kapal.

“Tapi ini sulit dibuktikan tanpa saksi. iteratur menunjukkan bahwa mereka muncul ke perairan yang lebih dangkal karena mereka menampilkan perilaku yang disebut migrasi vertikal diel,” kata Dylan Clarke, seorang ilmuwan kelautan dan kurator di Museum Afrika Selatan Iziko.

"Dengan kata lain, mereka menjelajah ke perairan yang lebih dangkal pada malam hari untuk mencari makan dan bermigrasi kembali ke perairan yang lebih dalam pada siang hari," terangnya.

Cumi-cumi raksasa sebagian besar terlihat di pantai Selandia Baru dan pulau-pulau Pasifik, di sisi timur dan barat Atlantik Utara, dan di Atlantik Selatan di sepanjang pantai Afrika.

Monster laut dalam tidak pernah difoto hidup-hidup sampai tahun 2002 dan hanya tertangkap kamera untuk pertama kalinya pada tahun 2006. Berkat sifatnya yang sulit dipahami, makhluk-makhluk itu dikelilingi oleh legenda dan dianggap sebagai Kraken.

“Ketersediaan informasi tentang cumi-cumi raksasa relatif buruk dan didasarkan pada hewan mati atau sekarat yang telah terdampar di pantai atau ditangkap dengan jaring pukat komersial,” kata Clarke.

Cumi-cumi raksasa mampu tumbuh hingga 43 kaki panjangnya dan beratnya bisa mencapai satu ton. Tetapi sangat sedikit yang diketahui tentang cumi-cumi raksasa karena mereka hidup di beberapa bagian laut yang paling tidak ramah dan terdalam.

Cumi-cumi raksasa adalah invertebrata terbesar di planet ini dan telah ditemukan di semua lautan dunia. Mereka memiliki delapan kaki dan dua tentakel panjang yang mereka gunakan untuk menangkap mangsa.

Makhluk itu bergerak melalui lautan dengan menyedot air melalui mantel mereka sebelum memaksanya keluar melalui bagian belakang tubuh mereka. Bersama sepupu mereka, Cumi-cumi Kolosal, cumi-cumi raksasa memiliki mata terbesar di dunia.

Mata mereka dapat mengukur diameter hingga 10 inci dan membantu mereka menangkap mangsa di kedalaman laut. Cumi-cumi raksasa bertahan hidup dengan pola makan ikan, udang, dan cumi-cumi kecil lainnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Peugeot Memperkenalkan...
Peugeot Memperkenalkan Mesin Bensin Turbo 100 Baru
Rekomendasi
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved