Terungkap, Benua Bumi Terbentuk karena Dihantam Meteorit Raksasa
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Mantel ini kemudian mulai mencair dan mengalir ke atas melalui kerak untuk membentuk apa yang dikenal sebagai dataran tinggi samuder. Selanjutnya di tahap kedua, temperatur tinggi di dasar dataran tinggi menghasilkan pembentukan granit, yang stabil dan memiliki kepadatan rendah.
Baca juga : Berjaya dan Penuh Kenangan, Ini 4 Truk Legendaris di Indonesia
Pada tahap akhir, granit bergerak naik dengan magma dan menambah kekuatan pada kraton pembentuk. Para peneliti mengklaim ini adalah bukti terkuat dari teori berusia puluhan tahun bahwa benua bumi dibentuk oleh dampak meteorit raksasa.
Ini melemahkan teori yang bersaing bahwa kraton terbentuk sebagai akibat dari aktivitas vulkanik purba. Dr Tim Johnson mengatakan bahwa memahami pembentukan dan evolusi benua memiliki peranan penting. Pasalnya, benua menampung sebagian besar biomassa bumi dan deposit mineral penting.
"Paling tidak, benua menjadi tuan rumah logam penting seperti lithium, timah dan nikel, komoditas yang penting bagi teknologi hijau yang muncul yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban kita untuk mengurangi perubahan iklim," ujar Dr Tim Johnson.
Baca juga : Berjaya dan Penuh Kenangan, Ini 4 Truk Legendaris di Indonesia
Pada tahap akhir, granit bergerak naik dengan magma dan menambah kekuatan pada kraton pembentuk. Para peneliti mengklaim ini adalah bukti terkuat dari teori berusia puluhan tahun bahwa benua bumi dibentuk oleh dampak meteorit raksasa.
Ini melemahkan teori yang bersaing bahwa kraton terbentuk sebagai akibat dari aktivitas vulkanik purba. Dr Tim Johnson mengatakan bahwa memahami pembentukan dan evolusi benua memiliki peranan penting. Pasalnya, benua menampung sebagian besar biomassa bumi dan deposit mineral penting.
"Paling tidak, benua menjadi tuan rumah logam penting seperti lithium, timah dan nikel, komoditas yang penting bagi teknologi hijau yang muncul yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban kita untuk mengurangi perubahan iklim," ujar Dr Tim Johnson.
(wsb)
Lihat Juga :