Tokopedia Mengutip Pembeli Rp1.000 Setiap Transaksi, Apa Alasannya?
Minggu, 07 Agustus 2022 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
BACA JUGA: Perbandingan Harga dan Spesifikasi Samsung S22 Ultra dan Samsung S22 Plus
Pada kuartal pertama 2022 ini Tokopedia membukukan kenaikan frekuensi transaksi per pengguna mencapai 10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Gross transcation value (GTV) e-commerce tersebut mencapai Rp65,1 triliun, atau tumbuh 28 persen setahun.
Selama ini pengguna sudah terlanjur dimanjakan dengan berbagai promosi, diskon ongkos kirim, cahsback, hingga potongan harga. Biasanya, beban atau biaya layanan dibebankan kepada penjual. Penjual dikenakan berbagai biaya potongan hingga patungan biaya promosi. Maka, sekarang pembeli pun harus ikut "menanggung" biaya transaksi.
Secara lansekap marketplace, hal ini tentu bagus.Sebab, banyak perusahaan yang bleeding (berdarah-darah) untuk bakar duit demi menarik pembeli.
Pada kuartal pertama 2022 ini Tokopedia membukukan kenaikan frekuensi transaksi per pengguna mencapai 10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Gross transcation value (GTV) e-commerce tersebut mencapai Rp65,1 triliun, atau tumbuh 28 persen setahun.
Selama ini pengguna sudah terlanjur dimanjakan dengan berbagai promosi, diskon ongkos kirim, cahsback, hingga potongan harga. Biasanya, beban atau biaya layanan dibebankan kepada penjual. Penjual dikenakan berbagai biaya potongan hingga patungan biaya promosi. Maka, sekarang pembeli pun harus ikut "menanggung" biaya transaksi.
Secara lansekap marketplace, hal ini tentu bagus.Sebab, banyak perusahaan yang bleeding (berdarah-darah) untuk bakar duit demi menarik pembeli.
(dan)
Lihat Juga :