China Luncurkan Modul Stasiun Ruang Angkasa Ke-2, Dilengkapi Lengan Robot Sepanjang 5 Meter
Senin, 25 Juli 2022 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; 2 Kosmonot Rusia Sukses Pasang Lengan Robot Stasiun Luar Angkasa Internasional
China memulai proyek stasiun luar angkasanya pada tahun 1992, menyetujui rencana untuk mengembangkan kemampuan meluncurkan astronot ke luar angkasa, termasuk menguji alat pendukung kehidupan di laboratorium ruang angkasa kecil.China juga membangun roket baru yang besar yang mampu meluncurkan modul seperti seberat 22.000 kilogram.
China berencana mengoperaiskan stasiun ruang angkasa Tiangong secara permanen setidaknya selama satu dekade, dengan masing-masing awak tiga astronot menghabiskan enam bulan di dalamnya. China juga akan mengizinkan astronot asing dan bahkan turis luar angkasa untuk mengunjungi stasiun luar angkasa.
Stasiun luar angkasa juga akan mendukung teleskop ruang angkasa survei yang kuat bernama Xuntian yang rencananya akan diluncurkan China sekitar tahun 2024. Observatorium sekelas teleskop Hubble ini akan beroperasi di orbit yang mirip dengan Tiangong, yang berarti akan dapat berlabuh di stasiun untuk pengisian bahan bakar, peningkatan, dan perbaikan.
China memulai proyek stasiun luar angkasanya pada tahun 1992, menyetujui rencana untuk mengembangkan kemampuan meluncurkan astronot ke luar angkasa, termasuk menguji alat pendukung kehidupan di laboratorium ruang angkasa kecil.China juga membangun roket baru yang besar yang mampu meluncurkan modul seperti seberat 22.000 kilogram.
China berencana mengoperaiskan stasiun ruang angkasa Tiangong secara permanen setidaknya selama satu dekade, dengan masing-masing awak tiga astronot menghabiskan enam bulan di dalamnya. China juga akan mengizinkan astronot asing dan bahkan turis luar angkasa untuk mengunjungi stasiun luar angkasa.
Stasiun luar angkasa juga akan mendukung teleskop ruang angkasa survei yang kuat bernama Xuntian yang rencananya akan diluncurkan China sekitar tahun 2024. Observatorium sekelas teleskop Hubble ini akan beroperasi di orbit yang mirip dengan Tiangong, yang berarti akan dapat berlabuh di stasiun untuk pengisian bahan bakar, peningkatan, dan perbaikan.
(wib)
Lihat Juga :