AS Bikin Pesawat Militer Supercepat, Paris-Montreal Ditempuh dalam 3 Jam

Kamis, 21 Juli 2022 - 18:37 WIB
loading...
AS Bikin Pesawat Militer...
Boom Supersonic dan Northrop Grumman bermitra untuk membangun varian pesawat Overture untuk pemerintah AS dan sekutunya. Foto/Boom Supersonic/Space.com
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) menggandeng dua perusahaan ternama Boom Supersonic dan Northrop Grumman untuk membuat pesawat angkut supercepat. Kemitraan ini untuk menciptakan varian pesawat supersonik "Overture" untuk kepentingan militer dan tanggap darurat.

Boom Supersonic mengatakan, pesawat ini akan mampu mendukung misi vital dengan kecepatan tinggi, membawa penumpang dan peralatan ke lokasi tujuan lebih cepat daripada kecepatan suara. Setelah siap, Overture akan mengirim penumpang dari Paris ke Montreal hanya dalam 3 jam 45 menit.

“Waktu adalah keuntungan strategis dalam skenario konsekuensi tinggi, dari evakuasi darurat hingga tanggap bencana,” kata Pendiri dan CEO Boom, Blake Scholl dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Kamis (21/7/2022).

Baca juga; Inggris Kembangkan Pesawat Hipersonik yang Dapat Digunakan Kembali, Bentuknya Seukuran Jet Hawk

Pesawat Overture memiliki badan pesawat meruncing yang memiliki diameter lebih besar di bagian depan daripada di bagian belakangnya. Desain ini diklaim perusahaan membantu meminimalkan hambatan sambil mengoptimalkan efisiensi bahan bakar.

Empat mesin yang dipasang di sayap mendorong Overture ke kecepatan di atas Mach 1,7 saat terbang di atas air dan tepat di bawah Mach 1 di darat. Selain itu, sayap camar yang disapu ke belakang Overture menawarkan stabilitas dan keamanan yang lebih baik pada pesawat dengan kecepatan apa pun.

“Penerbangan belum melihat lompatan besar dalam beberapa dekade. Desain Overture sangat revolusioner dan secara fundamental akan mengubah cara kita berpikir tentang jarak,” kata Scholl.

Baca juga; China Uji Mesin Pesawat Hipersonik dari Desain yang Pernah Dibuat AS

Sedangkan Northrop Grumman sudah cukup dikenal sebagai pemasok berbagai peralatan tempur untuk angkatan bersenjata AS, mulai dari pesawat ruang angkasa hingga sistem penerbangan militer. Kemitraan antara Northrop Grumman dan Boom Supersonic akan membantu memastikan pemerintah dan militer AS memperoleh pesawat Overture yang dibuat untuk kebutuhan khusus.

“Memasangkan keahlian integrasi sistem pertahanan udara Northrop Grumman dengan pesawat supersonik Overture Boom yang canggih sangat masuk akal,” kata Tom Jones, presiden Northrop Grumman Aeronautics Systems.
AS Bikin Pesawat Militer Supercepat, Paris-Montreal Ditempuh dalam 3 Jam


Boom Supersonic telah menunda rencana untuk menerbangkan jet uji XB-1 setelah menjanjikan dilaksanakan sekitar tahun 2021. Pada Mei 2022, perusahaan mengatakan dalam laporan media dari Simple Flying bahwa mereka telah menyelesaikan 80% dari pra -pengujian penerbangan.

Baca juga; Boeing Perkenalkan Desain dan Konsep Pesawat Hipersonik Baru

Meskipun Boom Supersonic masih dalam pengujian pra-penerbangan, perusahaan tersebut telah memiliki banyak kontrak, setelah menandatangani kesepakatan dengan United Airlines pada tahun 2021 untuk akhirnya menerbangkan penumpang dengan kecepatan supersonik.

Boom Supersonic tidak sendirian dalam mengerjakan jet supersonik. NASA sedang mempersiapkan jet transpor supersonik X-59 yang tenang untuk penerbangan uji coba. Sedangkan Virgin Galactic juga telah meluncurkan rencana untuk pesawat Mach 3 baru untuk perjalanan penumpang supersonik.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Rekomendasi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved