Bisakah Koral Laut Cantik Ini Jadi Obat Kanker?

Jum'at, 01 Juli 2022 - 09:44 WIB
loading...
Bisakah Koral Laut Cantik...
Karang laut adalah sumber eleutherobin, bahan kimia dengan sifat anti-kanker. Foto: ist
A A A
BEIJING - Para ilmuwan semakin yakin bahwa obat anti-kanker akan segera ditemukan. Salah satunya, berasal dari dasar laut. Tepatnya, dimiliki oleh koral laut cantik.

Selama 25 tahun terakhir, para peneliti terus mencari sumber bahan kimia alami untuk mengobati kanker. Dan menurut tim ilmuwan kelautan di University of Utah Health, senyawa anti-kanker itu ditemukan di soft coral atau karang lunak yang menyerupai tanaman bawah laut.

Soft coral merupakan bagian dari ordo Alcyonacea. Biasanya memiliki polip dan tentakel. Berbeda dengan hard coral, kerangka karang lunak tidak keras. Beberapa jenis Soft Coral juga memiliki kemampuan bersimbiosis dengan zooxanthella. Namun tidak sedikit juga dari mereka yang memakan plankton.

Bisakah Koral Laut Cantik Ini Jadi Obat Kanker?

Karang lunak memiliki bentuk bervariasi. Bisa menyerupai pepohonan, semak, kipas, jamur dan rerumputan. Soft Coral juga dapat diperbanyak dengan cara dipotong sehingga mudah untuk dibudidayakan.

Saat ini peneliti sudah menemukan kode DNA karang lunak untuk bisa mensintesis sebuah senyawa kimia. Selanjutnya, senyawa kimia itu diharapkan bisa dibuat/diproduksi ulang di laboratorium.

”Ini pertama kalinya kami dapat melakukan hal ini tanpa perlu obat,” kata Eric Schmidt, Ph.D., profesor kimia obat di University of Utah Health.

Eric mengaku perlu menghasilkan senyawa dalam jumlah yang cukup besar untuk bisa melakukan pengujian klinis, yang suatu hari nanti dapat menjadi obat baru melawan kanker.

Obat Alami
Karang lunak mengandung ribuan senyawa mirip obat yang dapat digunakan sebagai obat anti inflamasi, antibiotik, dan obat-obatan lainnya.

Namun, tantangannya adalah memperoleh senyawa tersebut dalam jumlah yang cukup besar untuk mengubahnya menjadi obat yang berguna secara klinis.

Karang lunak bukan satu-satunya hewan yang punya zat anti kanker. Hewan seperti ular atau laba-laba juga memiliki bahan kimia dengan khasiat penyembuhan. Tapi, mengapa tidak digunakan juga sebagai obat anti kanker?

Ini karena senyawa dari karang lunak memiliki keunikan yang membuatnya lebih cocok digunakan untuk obat. ”Tidak seperti bisa ular yang disuntikkan ke mangsa, karang menggunakan bahan kimianya untuk mengusir pemangsa yang mencoba memakannya,” ujar Eric. ”Karena karang lunak sendiri dibuat untuk dimakan, maka senyawa kimia yang dihasilkan karang lunak pun mudah dicerna,” tambahnya.

Maka, obat-obatan yang berasal dari jenis senyawa ini bisa dapat diolah menjadi pil yang dapat dikonsumsi secara oral. Tidak perlu disuntikkan ke tubuh.

”Senyawa koral laut ini lebih sulit ditemukan. Tetapi lebih mudah dibuat di laboratorium dan lebih mudah dikonsumsi sebagai obat,” kata Schmidt.

Pada 1990-an, para ilmuwan kelautan melaporkan bahwa ada karang langka di dekat Australia yang memiliki bahan kimia, eleutherobin, dengan sifat anti-kanker.

BACA JUGA: Mitos atau Fakta, Menggunakan HP di SPBU Bisa Memicu Ledakan?

Bahan kimia tersebut mampu mengganggu sitoskeleton, yakni perancah kunci dalam sel. Karang lunak menggunakannya sebagai pertahanan melawan predator. Namun penelitian laboratorium menunjukkan bahwa senyawa tersebut juga merupakan penghambat ampuh pertumbuhan sel kanker.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Reservoir Air Kuno Misterius...
Reservoir Air Kuno Misterius Ditemukan di bawah Samudra Atlantik
Lukisan Rembrandt yang...
Lukisan Rembrandt yang Hilang Selama 65 Tahun Tiba-tiba Muncul Kembali
Peneliti Indonesia Kembali...
Peneliti Indonesia Kembali Temukan Jenis Baru Rafflesia
Batu dari Era Romawi...
Batu dari Era Romawi Bikin Ilmuwan Bingung Bahkan AI pun Ikutan Pusing
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Rekomendasi
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved