Rodalink Buka Kanal Penjualan Online untuk Mudahkan Konsumen
Minggu, 26 April 2020 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
Bersepeda juga merupakan salah satu latihan cardio yang utamanya melatih kebugaran jantung dan paru-paru. "Bersepeda sangat dianjurkan untuk orang-orang yang ingin menjaga tubuh akibat PSBB karena bersepeda dapat menjaga hormon di otak seperti endorphin dan dopamine yang memungkinkan mood menjadi lebih stabil," kata Lucky.
Hanya, lanjut dia, ada beberapa hal yang harus dipatuhi oleh pesepeda saat bersepeda di tengah pandemik COVID-19. Salah satunya anjuran untuk bersepeda sendirian, alias solo ride. Bersepeda sendirian atau maksimal dengan satu kawan menjadi cara aman untuk menghindarkan masyarakat dari penggunaan transportasi massal.
Lucky mengutarakan, bersepeda sendiri atau beriringan dengan satu kawan dengan tetap menjaga jarak fisik masih sangat mungkin dilakukan. “Yang jelas sebelum bersepeda keluar rumah, Anda harus memastikan kondisi tubuh fit. Imbauan physical distancing juga tetap dilakukan jika memang aktivitas bersepedanya beriringan karena lebih asyik mengajak kawan. Setidaknya jarak aman 10-20 meter dalam satu jalur. Tapi sebaiknya lebih aman lagi bersepeda sendirian saja dulu di sekitar rumah sebagai bentuk social distancing,” sarannya.
Selain itu, untuk menekan risiko penyebaran virus corona sebaiknya menggunakan sepeda milik sendiri. Sebab, jika menggunakan sepeda milik orang lain, kita tidak tahu riwayat penggunaan sepeda tersebut. “Sementara waktu sebaiknya jangan memakai sepeda orang lain, ini tindakan preventif supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Lucky.
Bersepeda dilanjut nongkrong memang asyik, tetapi tentu tidak tepat dilakukan saat-saat ini. Sebisa mungkin tahan diri untuk singgah di tempat umum, lebih baik langsung pulang ke rumah, membersihkan diri, lalu dilanjut dengan aktivitas lain di rumah, nonton film, baca buku favorit atau cek-cek feed menarik di Instagram dan Twitter misalnya.
Hanya, lanjut dia, ada beberapa hal yang harus dipatuhi oleh pesepeda saat bersepeda di tengah pandemik COVID-19. Salah satunya anjuran untuk bersepeda sendirian, alias solo ride. Bersepeda sendirian atau maksimal dengan satu kawan menjadi cara aman untuk menghindarkan masyarakat dari penggunaan transportasi massal.
Lucky mengutarakan, bersepeda sendiri atau beriringan dengan satu kawan dengan tetap menjaga jarak fisik masih sangat mungkin dilakukan. “Yang jelas sebelum bersepeda keluar rumah, Anda harus memastikan kondisi tubuh fit. Imbauan physical distancing juga tetap dilakukan jika memang aktivitas bersepedanya beriringan karena lebih asyik mengajak kawan. Setidaknya jarak aman 10-20 meter dalam satu jalur. Tapi sebaiknya lebih aman lagi bersepeda sendirian saja dulu di sekitar rumah sebagai bentuk social distancing,” sarannya.
Selain itu, untuk menekan risiko penyebaran virus corona sebaiknya menggunakan sepeda milik sendiri. Sebab, jika menggunakan sepeda milik orang lain, kita tidak tahu riwayat penggunaan sepeda tersebut. “Sementara waktu sebaiknya jangan memakai sepeda orang lain, ini tindakan preventif supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Lucky.
Bersepeda dilanjut nongkrong memang asyik, tetapi tentu tidak tepat dilakukan saat-saat ini. Sebisa mungkin tahan diri untuk singgah di tempat umum, lebih baik langsung pulang ke rumah, membersihkan diri, lalu dilanjut dengan aktivitas lain di rumah, nonton film, baca buku favorit atau cek-cek feed menarik di Instagram dan Twitter misalnya.
(iqb)
Lihat Juga :