Serangan Siber Terhadap Negara Pendukung Ukraina Semakin Sporadis

Selasa, 28 Juni 2022 - 06:02 WIB
loading...
Serangan Siber Terhadap...
Ilustrasi Serangan Hacker dari berbagai negara pendukung Ukraina. FOTO/ IST
A A A
KIEV - Microsoft mengklaim telah mendeteksi intrusi jaringan dari peretas Rusia pada sistem milik lembaga pemerintah, think tank, kelompok kemanusiaan, serta perusahaan telekomunikasi, energi, dan pertahanan. Organisasi dari lebih dari 40 negara itu diduga terkena dampak serangan siber sejak awal perang di Ukraina.

BACA JUGA - Waduh Gawat! Twitter Kemenkeu Diretas Hacker

Dikutip dari Techspot, Senin (27/6/2022) menurut laporan Microsoft terbaru, badan-badan intelijen Rusia secara signifikan telah meningkatkan frekuensi serangan siber mereka terhadap negara-negara yang bersekutu dengan Ukraina.

Peretas Rusia tidak hanya menargetkan sistem pemerintah tetapi juga sektor lain yang mungkin memiliki informasi berharga terkait perang, seperti think tank, bisnis, dan kelompok bantuan.

Perusahaan telah mengidentifikasi lebih dari 100 organisasi dari 42 negara di luar Ukraina yang terkena dampak serangan ini. Lebih dari 60 persen kegiatan ini dilaporkan melibatkan anggota NATO, dengan AS menjadi target utama intrusi jaringan Rusia. Penjahat dunia maya juga berfokus pada Polandia karena menjadi pusat pengiriman sebagian besar bantuan militer dan kemanusiaan.

Menariknya, Estonia tidak masuk dalam serangan siber itu karena Microsoft tidak mendeteksi adanya intrusi dunia maya Rusia sejak invasi ke Ukraina. Perusahaan mengatakan ini karena adopsi layanan cloud Estonia, dimana diduga lebih mudah untuk mendeteksi penyusup.

Microsoft menemukan bahwa peretasan Rusia berhasil sebesar 29 persen, dengan seperempat dari serangan yang berhasil ini mengakibatkan pelaku mencuri data dari jaringan organisasi.

Dan yang terakhir, Microsoft memuji upaya Ukraina dalam pengamanan data. Sebelum perang, infrastruktur digital sektor publik negara itu berjalan di server yang secara fisik terletak di dalam perbatasannya, membuat mereka rentan terhadap serangan rudal.

Pemerintah Ukraina dengan cepat menyadari bahwa ini adalah kerentanan besar dan bekerja untuk mentransfer operasi dan data digital vitalnya ke cloud, yang dihosting di pusat data di seluruh Eropa.

Microsoft baru-baru ini mengumumkan pemecatan ratusan karyawannya di Rusia karena bisnisnya di sana akan berhenti. Perusahaan juga baru-baru ini memblokir pengguna di negara itu untuk mengunduh Windows dari servernya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
Peringatan Keamanan...
Peringatan Keamanan Temukan AC, TV, dan Mesin Cuci Bisa Diretas
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Rekomendasi
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Berita Terkini
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved