Berbasis Sains, Watson Mempercepat Target untuk Melawan Perubahan Iklim

Jum'at, 03 Juni 2022 - 06:44 WIB
loading...
Berbasis Sains, Watson...
A.S. Watson telah merilis Sustainability Report 2021 yang menguraikan upaya dan pencapaian keberlanjutannya. Ini tidak hanya bekerja untuk membangun gerai yang lebih ramah lingkungan tetapi juga menciptakan budaya keberlanjutan di dalam dan di luar perusa
A A A
LONDON - Sebagai peritel kesehatan dan kecantikan internasional terbesar di dunia, A.S. Watson telah berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh bisnisnya dan turut mengatasi perubahan iklim .

A.S. Watsons telah mencapai target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada akhir tahun 2021 dan sekarang mengumumkan target baru, dalam usahanya untuk memerangi perubahan iklim lebih cepat.



Pada tahun 2019, A.S. Watson merilis target pengurangan emisi GRK untuk mengurangi emisi scope 1 dan 2 sebesar 40% sebelum 2030, yang dimulai dari tahun 2015.

Berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan, target telah terlampaui dan mencapai 42% pada akhir tahun
2021.

Dengan kemajuan yang signifikan, sekarang A.S. Watson mengumumkan target pengurangan emisi baru, terdiri dari:

Pertama, mengurangi emisi GRK scope 1 dan 2 sebesar 50% pada tahun 2030 dari titik mula 2015. Kedua, mengurangi emisi GRK scope 3 dari pembelian barang dan jasa, transportasi hulu dan distribusi sebesar 58% dari nilai tambah ekonomi per dollar pada tahun 2030 dari titik awal di tahun 2018.

Dan yang terakhir, menjanjikan bahwa 33% pemasoknya berdasarkan emisi yang mencakup pembelian barang dan jasa yang dibeli, transportasi hulu dan distribusi akan memiliki target berbasis sains (SBT) pada tahun 2027.

''Di A.S. Watson, melakukan hal yang benar bagi pelanggan kami dan bumi ini di hari ini dan esok, adalah tujuan kami. Sustainability adalah perlombaan dengan banyak rintangan. Dibutuhkan tekad dan ketekunan untuk melewati rintangan tersebut. Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kami percaya kerjasama dengan bisnis partner dan pelanggan, kami dapat membuat dampak yang lebih besar bersama-sama.” tutur Malina Ngai, Group Chief Operating Officer A.S. Watson dan CEO A.S. Watson (Asia dan Eropa) dalam keterangan persnya baru-baru ini.

Malina Ngai, menjelaskan earget pengurangan emisi GRK yang baru ini adalah bukti komitmen untuk mempercepat upaya keberlanjutan dalam membangun dunia yang lebih baik bagi semua.

“Selain tindakan kami untuk memerangi perubahan iklim, kami juga telah memperkuat komitmen kami terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSDGs), memperluas cakupan kami hingga 15 dari 17 UNSDG
yang mencakup penggunaan energi bersih dan pengenalan perubahan iklim.”

Memulai dengan Gerai yang Lebih Ramah Lingkungan A.S. Watson memahami bahwa semuanya dimulai dari gerainya sehingga Greener Stores Global Framework baru saja diluncurkan pada bulan April untuk mempercepat transformasi ritelnya sendiri menuju toko dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Memiliki harapan dapat memanfaatkan skalanya demi kebaikan untuk mempercepat gerakan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Karena 74% emisi GRK perusahaan berasal dari konsumsi listrik, menciptakan jaringan listrik yang efisien sudah menjadi prioritas utama A.S. Watson sejak 2021.

Meningkatkan efisiensi energi dan menggunakan energi terbarukan merupakan dua fokus utama dari Greener Stores Global Framework. Untuk mendukung misi ini, program manajemen energi globa l telah didirikan sejak 2014 untuk memantau inisiatif penghematan energi lokal.

Mendukung pertumbuhan energi hijau sama pentingnya dalam mengurangi emisi GRK. AS Watson telah mencapai 100% listrik terbarukan untuk bisnisnya di tiga pasar utama Eropa. Ini termasuk Superdrug, Savers, The Perfume Shop, Kruidvat, Trekpleister dan ICI PARIS XL di Inggris, Belgia, dan Belanda. Sekarang 86% dari portofolio Eropa AS Watson telah menggunakan listrik terbarukan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kondisi Arktik pada...
Kondisi Arktik pada Tahun 2100 Diklaim Jadi Awal Mula Kiamat
Sulap Gurun menjadi...
Sulap Gurun menjadi Gedung Pencakar Langit, PBB Vonis Arab Saudi Mempercepat Kiamat
Microsoft Bangun Pusat...
Microsoft Bangun Pusat Data dengan Kayu untuk Kurangi Emisi Karbon
Jadi Penjaga Es Arktik,...
Jadi Penjaga Es Arktik, Virus Raksasa Pemakan Alga Ditemukan
Perubahan Iklim Semakin...
Perubahan Iklim Semakin Gawat, Ilmuwan Akan Sebar Besi di Samudra Pasifik
Sungai Amazon Surut,...
Sungai Amazon Surut, Seekor Lumba-lumba Mati
Ilmuwan Temukan Pohon...
Ilmuwan Temukan Pohon yang Mampu Cegah Perubahan Iklim
Solusi Dampak Perubahan...
Solusi Dampak Perubahan Iklim, Samudra Pasifik Bakal Diisi Besi
Zimbabwe Izinkan Membunuh...
Zimbabwe Izinkan Membunuh Gajah selain karena Populasi, Ini Alasan Utamanya
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran di...
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali, One Way Diberlakukan Mulai KM 188 hingga KM 70
Sinopsis Sinetron Mencintaimu...
Sinopsis Sinetron Mencintaimu Sekali Lagi Eps 101: Rencana Diam-diam Lingga Pada Emil
Pemuda Gunung Putri...
Pemuda Gunung Putri Bogor Terseret Ombak Pantai Goa Langir Sawarna
Berita Terkini
Kota Kelahiran Cleopatra...
Kota Kelahiran Cleopatra Ditemukan setelah Ribuan Tahun Menghilang
28 menit yang lalu
Cara Mengecek Jalan...
Cara Mengecek Jalan Macet atau Tidak Melalui Google Maps, Mudah dan Praktis
1 jam yang lalu
Beragam Respons Soal...
Beragam Respons Soal Kehadiran Manus AI Baru Buatan China
5 jam yang lalu
Elon Musk Tegaskan Akan...
Elon Musk Tegaskan Akan Bertahan di Gedung Putih hingga Misi DOGE Tuntas
8 jam yang lalu
5 Website yang Bisa...
5 Website yang Bisa Menjadi Sumber Cuan
10 jam yang lalu
AI Akan Gantikan Posisi...
AI Akan Gantikan Posisi 4 Ribu Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara
11 jam yang lalu
Infografis
Beragam Manfaat Air...
Beragam Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved