Jawara Superkomputer Tercepat di Dunia Fugaku Jepang Dikalahkan Frontier dari AS
Selasa, 31 Mei 2022 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
“Bahkan dalam kompetisi pengembangan yang ketat, kami terus berada di level teratas dunia,” kata Toshiyuki Imamura, pemimpin tim di lembaga penelitian Riken, yang bersama-sama mengembangkan Fugaku bersama dengan perusahaan besar komputer Fujitsu Ltd, dikutip SINDOnews dari laman Asahi Shimbun, Selasa (31/5/2022).
Fugaku pada Juni 2020 menjadi superkomputer Jepang pertama yang menduduki peringkat teratas dunia dalam sembilan tahun sejak pendahulunya, K. Diketahui superkomputer K mempertahankan gelar tersebut selama tiga kali berturut-turut dalam kecepatan kalkulasi.
Baca juga; Canggih, Audi Bakal Diotaki Superkomputer yang Mengontrol Semua Fitur Mobil
Fugaku, nama yang diambil dari puncak tertinggi Gunung Fuji, telah mempertahankan gelarnya sebagai yang tercepat di dunia sejak Juni 2020. Dipasang di pusat Riken di Kobe, Fugaku telah digunakan untuk mempelajari tindakan pencegahan terhadap virus corona baru seperti mensimulasikan penyebaran virus melalui dispersi tetesan.
Superkomputer tersebut telah didaftarkan untuk penelitian bahkan sebelum dioperasikan dalam skala penuh pada Maret 2021. Fugaku juga akan digunakan untuk penelitian yang terkait dengan perkiraan curah hujan, khususnya hujan lebat yang terjadi dalam waktu singkat.
Fugaku pada Juni 2020 menjadi superkomputer Jepang pertama yang menduduki peringkat teratas dunia dalam sembilan tahun sejak pendahulunya, K. Diketahui superkomputer K mempertahankan gelar tersebut selama tiga kali berturut-turut dalam kecepatan kalkulasi.
Baca juga; Canggih, Audi Bakal Diotaki Superkomputer yang Mengontrol Semua Fitur Mobil
Fugaku, nama yang diambil dari puncak tertinggi Gunung Fuji, telah mempertahankan gelarnya sebagai yang tercepat di dunia sejak Juni 2020. Dipasang di pusat Riken di Kobe, Fugaku telah digunakan untuk mempelajari tindakan pencegahan terhadap virus corona baru seperti mensimulasikan penyebaran virus melalui dispersi tetesan.
Superkomputer tersebut telah didaftarkan untuk penelitian bahkan sebelum dioperasikan dalam skala penuh pada Maret 2021. Fugaku juga akan digunakan untuk penelitian yang terkait dengan perkiraan curah hujan, khususnya hujan lebat yang terjadi dalam waktu singkat.
(wib)
Lihat Juga :