Ini Alasan Gojek Beralih ke Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan
Jum'at, 27 Mei 2022 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Transportasi Pintar
Menurut Ayu, upaya berkelanjutan untuk mencapai NZE dari sektor transportasi tak melulu harus menggunakan teknologi pintar yang terlalu rumit. Beberapa ciri sistem transportasi pintar yang bisa diimplementasikan adalah shared mobility, elektrik mobility dan integrated mobility.
”Shared mobility adalah ride sharing seperti yang sudah diterapkan perusahaan seperti Gojek. Juga mobilitas yang terintegrasi dimana semua angkutan sudah terkoneksi dan terintegrasi satu sama lain. Sedangkan elektrik mobility adalah menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan seperti kendaraan listrik,” papar Ayu.
Meski demikian, menurut Ayu, semua infrastruktur transportasi ramah lingkungan harus berkesinambungan.
Infrastruktur Pendukung
Tak hanya menyediakan kendaraan listrik, tapi juga infrastruktur pendukung lainnya, seperti pengisian ulang daya listrik. Pernyataan Ayu juga diperkuat Fabby. Kata dia, infrastruktur pengisian kendaraan listrik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, walaupun saat ini realisasi pengembangannya masih jauh dari target yang telah ditentukan.
Fabby menjelaskan, realisasi stasiun pengisian ulang baterai SPKLU dan penggantian baterai atau SPBKLU masing-masing hanya 47% dan 9%, dibandingkan peta jalan yang telah dibuat kementerian ESDM pada tahun 2021.
Padahal, dia yakin, infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang terwujud dengan baik dapat membantu mengurangi range anxiety dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Ayu sendiri mengapresiasi apa yang telah dilakukan Gojek. Menurutnya, walaupun UU Transportasi belum memasukkan aplikasi seperti Gojek sebagai moda angkutan umum, namun model ride-sharing ini bisa diandalkan untuk menurunkan emisi CO2 secara berkelanjutan.
Menurut Ayu, upaya berkelanjutan untuk mencapai NZE dari sektor transportasi tak melulu harus menggunakan teknologi pintar yang terlalu rumit. Beberapa ciri sistem transportasi pintar yang bisa diimplementasikan adalah shared mobility, elektrik mobility dan integrated mobility.
”Shared mobility adalah ride sharing seperti yang sudah diterapkan perusahaan seperti Gojek. Juga mobilitas yang terintegrasi dimana semua angkutan sudah terkoneksi dan terintegrasi satu sama lain. Sedangkan elektrik mobility adalah menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan seperti kendaraan listrik,” papar Ayu.
Meski demikian, menurut Ayu, semua infrastruktur transportasi ramah lingkungan harus berkesinambungan.
Infrastruktur Pendukung
Tak hanya menyediakan kendaraan listrik, tapi juga infrastruktur pendukung lainnya, seperti pengisian ulang daya listrik. Pernyataan Ayu juga diperkuat Fabby. Kata dia, infrastruktur pengisian kendaraan listrik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, walaupun saat ini realisasi pengembangannya masih jauh dari target yang telah ditentukan.
Fabby menjelaskan, realisasi stasiun pengisian ulang baterai SPKLU dan penggantian baterai atau SPBKLU masing-masing hanya 47% dan 9%, dibandingkan peta jalan yang telah dibuat kementerian ESDM pada tahun 2021.
Padahal, dia yakin, infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang terwujud dengan baik dapat membantu mengurangi range anxiety dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Ayu sendiri mengapresiasi apa yang telah dilakukan Gojek. Menurutnya, walaupun UU Transportasi belum memasukkan aplikasi seperti Gojek sebagai moda angkutan umum, namun model ride-sharing ini bisa diandalkan untuk menurunkan emisi CO2 secara berkelanjutan.
Lihat Juga :