Ribuan Lubang Prasejarah Ditemukan di Sekitar Stonehenge, Fungsinya Bikin Terkejut
Kamis, 19 Mei 2022 - 22:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Batu Unta di Arab Saudi Ternyata Lebih Tua dari Piramida dan Stonehenge
Salah satu lubang lainnya berasal dari 3.300 tahun yang lalu, atau beberapa saat setelah Stonehenge didirikan. Selain itu, dua lubang lainnya, mungkin dibangun untuk tujuan seremonial, berusia sekitar 5.500 tahun yang lalu dan 5.200 tahun yang lalu, tidak lama sebelum Stonehenge dibangun. “Mungkin (pembangunan)sangat terkait dengan penataan seremonial jangka panjang dari lanskap Stonehenge," kata De Smedt.
![Ribuan Lubang Prasejarah Ditemukan di Sekitar Stonehenge, Fungsinya Bikin Terkejut]()
Tidak jelas mengapa orang-orang prasejarah membangun Stonehenge, tetapi beberapa gagasan termasuk bahwa monumen itu berfungsi sebagai tempat berburu yang suci. Ada juga yang memperkirakan sebagai tempat berkumpulnya komunitas, kalender astronomi, struktur untuk penguatan suara, kuburan atau bahkan surga bagi penyembuhan kuno.
Bagi Timothy Darvill, seorang profesor arkeologi di Universitas Bournemouth di Inggris, lubang-lubang itu adalah penemuan menarik. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir studi tentang lanskap di sekitar Stonehenge telah mengungkapkan sejumlah penemuan.
Ini termasuk monumen batu super-henge sekitar 15 kali lebih besar dari Stonehenge, sebuah kandang tanah yang tujuannya tidak jelas dan beberapa kuburan. “Survei geofisika masih diperlukan untuk mengungkap banyak hal di lanskap Stonehenge,” ucapnya.
Salah satu lubang lainnya berasal dari 3.300 tahun yang lalu, atau beberapa saat setelah Stonehenge didirikan. Selain itu, dua lubang lainnya, mungkin dibangun untuk tujuan seremonial, berusia sekitar 5.500 tahun yang lalu dan 5.200 tahun yang lalu, tidak lama sebelum Stonehenge dibangun. “Mungkin (pembangunan)sangat terkait dengan penataan seremonial jangka panjang dari lanskap Stonehenge," kata De Smedt.

Tidak jelas mengapa orang-orang prasejarah membangun Stonehenge, tetapi beberapa gagasan termasuk bahwa monumen itu berfungsi sebagai tempat berburu yang suci. Ada juga yang memperkirakan sebagai tempat berkumpulnya komunitas, kalender astronomi, struktur untuk penguatan suara, kuburan atau bahkan surga bagi penyembuhan kuno.
Bagi Timothy Darvill, seorang profesor arkeologi di Universitas Bournemouth di Inggris, lubang-lubang itu adalah penemuan menarik. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir studi tentang lanskap di sekitar Stonehenge telah mengungkapkan sejumlah penemuan.
Ini termasuk monumen batu super-henge sekitar 15 kali lebih besar dari Stonehenge, sebuah kandang tanah yang tujuannya tidak jelas dan beberapa kuburan. “Survei geofisika masih diperlukan untuk mengungkap banyak hal di lanskap Stonehenge,” ucapnya.
(wib)
Lihat Juga :