Hati-Hati, Layanan Penipuan Sadap WhatsApp Berujung Pemerasan
Minggu, 15 Mei 2022 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Pemerasan
![Hati-Hati, Layanan Penipuan Sadap WhatsApp Berujung Pemerasan]()
Pelaku memberikan bukti seolah-olah hasil penyadapan berhasil, tapi terus membutuhkan uang untuk membukanya. Foto: Twitter
Alfons menilai, teknik yang digunakan untuk memperdaya korban sebenarnya sederhana. ”Mereka menggunakan istilah IT seperti Two Factor Authentication, Scan Sidik jari dan beberapa capture yang terlihat seakan proses penyadapan sudah berhasil dan berjalan di depan mata.
Lalu, secara sistematis korban akan selalu di iming-imingi tampilan keberhasilan. Namun selalu ada langkah terakhir yang membutuhkan dana tambahan dan setiap kali dana tambahan dikirimkan, maka akan muncul lagi masalah lainnya yang membutuhkan dana tambahan lagi.
”Hal ini akan dilakukan berulang-ulang dan tanpa sadar korbannya akan makin ngebet untuk mendapatkan hasil sadapan ini dan mengirimkan kembali dana yang diminta. Sampai satu titik dimana uang yang dikirimkan sudah sedemikian besar namun hasil sadapan belum diberikan dan korbannya marah dan tidak bersedia mengirimkan uang yang diminta lagi,” ungkap Alfons.
BACA JUGA: Mark Zuckerberg Pamer Headset VR Cambria, Inikah Pintu Masuk ke Metaverse?
Lalu, aksi penipuan ini berganti menjadi aksi pemerasan dan teror, dimana jika tidak mengirimkan uang yang diminta, maka pemilik nomor yang ingin disadap akan diberitahu bahwa korban ingin menyadap nomor tersebut. ”Jadi, jangan sampai Anda ingin menyadap, akhirnya malah jadi diperas,” beber Alfons.

Pelaku memberikan bukti seolah-olah hasil penyadapan berhasil, tapi terus membutuhkan uang untuk membukanya. Foto: Twitter
Alfons menilai, teknik yang digunakan untuk memperdaya korban sebenarnya sederhana. ”Mereka menggunakan istilah IT seperti Two Factor Authentication, Scan Sidik jari dan beberapa capture yang terlihat seakan proses penyadapan sudah berhasil dan berjalan di depan mata.
Lalu, secara sistematis korban akan selalu di iming-imingi tampilan keberhasilan. Namun selalu ada langkah terakhir yang membutuhkan dana tambahan dan setiap kali dana tambahan dikirimkan, maka akan muncul lagi masalah lainnya yang membutuhkan dana tambahan lagi.
”Hal ini akan dilakukan berulang-ulang dan tanpa sadar korbannya akan makin ngebet untuk mendapatkan hasil sadapan ini dan mengirimkan kembali dana yang diminta. Sampai satu titik dimana uang yang dikirimkan sudah sedemikian besar namun hasil sadapan belum diberikan dan korbannya marah dan tidak bersedia mengirimkan uang yang diminta lagi,” ungkap Alfons.
BACA JUGA: Mark Zuckerberg Pamer Headset VR Cambria, Inikah Pintu Masuk ke Metaverse?
Lalu, aksi penipuan ini berganti menjadi aksi pemerasan dan teror, dimana jika tidak mengirimkan uang yang diminta, maka pemilik nomor yang ingin disadap akan diberitahu bahwa korban ingin menyadap nomor tersebut. ”Jadi, jangan sampai Anda ingin menyadap, akhirnya malah jadi diperas,” beber Alfons.
(dan)
Lihat Juga :