Ilmuwan Berhasil Menyalakan Komputer Sederhana dengan Ganggang
Minggu, 15 Mei 2022 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Ya, cara menghasilkan energi listrik yang ada di ganggang itu memang mengandalkan cahaya matari atau fotovoltaik. Dalam prosesnya mereka mengemas ganggang itu ke dalam wadah plastik dan baja, seukuran baterai AA, bersama dengan anoda aluminium.
Baca juga : Inden Kelamaan, Harga Toyota Land Cruiser 300 Bekas Naik 4 Kali Lipat Jadi Rp3,3 Miliar
Selanjutnya wadah plastik itu kemudian mengalirkan energi kepada mikroprosesor yang dinamakan Arm Cortex-Mo+. Hebatnya melalui proses fotovoltaik energi yangd ialirkan rata-rata mencapai 1,05 microwatt dan voltase 0.72V. Sebagai perbandingan, baterai AA menghasilkan voltase sebesar 1.5V
Meskipun hasil percobaan sangat menjanjikan, penting untuk diingat bahwa prosesor komputer yang diuji menggunakan sangat sedikit energi—hanya membutuhkan 0.3 mikrowatt untuk dijalankan. Untuk gambaran, bahkan bohlam lampu LED yang hemat energi menggunakan sekitar 10 watt.
Jadi sangat diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui dengan tepat seberapa besar perangkat berukuran baterai AA kecil dapat ditingkatkan, Howe mengatakan kepada New Scientist. "Menggunakan cara ini sebagai pengganti panel surya tidak akan cukup untuk mengaliri kebutuhan listrik sebuah rumah," ujar Chris Howe Biokimiawan dari Cambridge University.
Baca juga : Inden Kelamaan, Harga Toyota Land Cruiser 300 Bekas Naik 4 Kali Lipat Jadi Rp3,3 Miliar
Selanjutnya wadah plastik itu kemudian mengalirkan energi kepada mikroprosesor yang dinamakan Arm Cortex-Mo+. Hebatnya melalui proses fotovoltaik energi yangd ialirkan rata-rata mencapai 1,05 microwatt dan voltase 0.72V. Sebagai perbandingan, baterai AA menghasilkan voltase sebesar 1.5V
Meskipun hasil percobaan sangat menjanjikan, penting untuk diingat bahwa prosesor komputer yang diuji menggunakan sangat sedikit energi—hanya membutuhkan 0.3 mikrowatt untuk dijalankan. Untuk gambaran, bahkan bohlam lampu LED yang hemat energi menggunakan sekitar 10 watt.
Jadi sangat diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui dengan tepat seberapa besar perangkat berukuran baterai AA kecil dapat ditingkatkan, Howe mengatakan kepada New Scientist. "Menggunakan cara ini sebagai pengganti panel surya tidak akan cukup untuk mengaliri kebutuhan listrik sebuah rumah," ujar Chris Howe Biokimiawan dari Cambridge University.
(wsb)
Lihat Juga :