Bank Digital Semakin Dimanati, BNC Catat 16 Juta Registered User
Senin, 09 Mei 2022 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Pertumbuhan kinerja positif dan optimal yang berkelanjutan ini seiring juga dengan pertumbuhan bisnis, antara lain kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang cukup tinggi, yaitu sekitar 121,4% yoy dari Rp 4,2 triliun di Kuartal I 2021 menjadi Rp 9,3 triliun di Kuartal I 2022 atau mengalami pertumbuhan sebesar 14,7% dari Rp 8,1 triliun di Kuartal 4 2021 menjadi Rp 9,3 triliun di Kuartal I 2022, yang paling banyak ditempatkan dari deposito online melalui aplikasi neobank.
Pertumbuhan juga terlihat pada total aset Bank yang naik sebesar 119,3% yoy dari Rp 5,7 triliun di Kuartal I 2021 menjadi Rp 12,5 triliun pada Kuartal I 2022, sedangkan bila dilihat pertumbuhan secara kuartal sebesar 10,5% dari Rp 11,3 triliun di Kuartal 4 2021 menjadi Rp 12,5 triliun di Kuartal I 2022.
![Bank Digital Semakin Dimanati, BNC Catat 16 Juta Registered User]()
Dari sisi kredit, BNC juga telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 4,8 triliun per akhir Kuartal I 2022. Sebagaimana yang diketahui bersama BNC telah meluncurkan produk digital lending pada bulan November 2021, yang mana sejak diluncurkan sampai dengan akhir Kuartal 1 tahun 2022 secara kumulatif pencairannya sudah melebihi Rp 1,6 Triliun.
Sedangkan rasio NPL gross Perseroan juga menunjukkan perbaikan dari Kuartal I 2021 dari 4,4% menjadi 1,7% per posisi Kuartal I 2022. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan yang terus meningkat dari masyarakat terhadap produk dan layanan BNC.
Di tahun 2022 ini BNC secara terus menerus berusaha memenuhi kebutuhan nasabahnya, antara lain di bidang investasi dengan memperkenalkan product wealth management, seperti reksa dana, saham, asuransi, emas, dan produk lainnya.
Melihat kilas balik pada kinerja tahun 2021, BNC mencatatkan kerugian bersih Rp 986 miliar yang merupakan bentuk investasi Perseroan untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang bank digital, serta membangun fundamental bisnis Perseroan melalui investasi teknologi, sumber daya manusia, dan keamanan digital di tahun pertamanya beroperasi di tengah-tengah masyarakat.
Pertumbuhan juga terlihat pada total aset Bank yang naik sebesar 119,3% yoy dari Rp 5,7 triliun di Kuartal I 2021 menjadi Rp 12,5 triliun pada Kuartal I 2022, sedangkan bila dilihat pertumbuhan secara kuartal sebesar 10,5% dari Rp 11,3 triliun di Kuartal 4 2021 menjadi Rp 12,5 triliun di Kuartal I 2022.

Dari sisi kredit, BNC juga telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 4,8 triliun per akhir Kuartal I 2022. Sebagaimana yang diketahui bersama BNC telah meluncurkan produk digital lending pada bulan November 2021, yang mana sejak diluncurkan sampai dengan akhir Kuartal 1 tahun 2022 secara kumulatif pencairannya sudah melebihi Rp 1,6 Triliun.
Sedangkan rasio NPL gross Perseroan juga menunjukkan perbaikan dari Kuartal I 2021 dari 4,4% menjadi 1,7% per posisi Kuartal I 2022. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan yang terus meningkat dari masyarakat terhadap produk dan layanan BNC.
Di tahun 2022 ini BNC secara terus menerus berusaha memenuhi kebutuhan nasabahnya, antara lain di bidang investasi dengan memperkenalkan product wealth management, seperti reksa dana, saham, asuransi, emas, dan produk lainnya.
Melihat kilas balik pada kinerja tahun 2021, BNC mencatatkan kerugian bersih Rp 986 miliar yang merupakan bentuk investasi Perseroan untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang bank digital, serta membangun fundamental bisnis Perseroan melalui investasi teknologi, sumber daya manusia, dan keamanan digital di tahun pertamanya beroperasi di tengah-tengah masyarakat.
Lihat Juga :