Pendaki Temukan Sandal Kuno Berusia 1.700 Tahun di Gunung Es Norwegia
Sabtu, 23 April 2022 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
Ketika para arkeolog bersiap untuk mengambil sendal tersebut, mereka menyadari bahwa salju bisa menutupi penemuan itu. "Maka itu bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum meleleh lagi," kata Finstad. Para arkeolog punya waktu satu hari untuk mengambil temuan yang mereka lakukan pada 2 September 2019.
Setelah para arkeolog menemukan sandal itu, mereka memberi penanggalan radiokarbon pada alas kaki itu sekitar tahun 300 M. Tim Secrets of the Ice juga menemukan artefak lain, seperti tekstil, di daerah ini, tetapi tidak ada yang setua sandal itu. Tim mengumumkan penemuan itu di Twitter pada 8 April 2022.
Sandal dan temuan lainnya, seperti kotoran kuda beku yang berasal dari Zaman Viking sekitar 800 hingga 1066 M, menunjukkan bahwa rute tersebut bisa digunakan manusia kuno melintasi gunung es menghubungkan pedalaman Norwegia ke pantai.
"Saya percaya orang-orang yang berjalan di rute ini kemungkinan besar tahu apa yang mereka lakukan. Mereka akan mengenakan sesuatu di dalam sandal ini yang membuatnya berfungsi. Mungkin potongan kain atau kulit binatang," kata Finstad kepada Science Norway, sebuah situs berita Norwegia.
BACA JUGA : Lamborghini Paling Murah Capai Produksi 20.000 Unit
Setelah para arkeolog menemukan sandal itu, mereka memberi penanggalan radiokarbon pada alas kaki itu sekitar tahun 300 M. Tim Secrets of the Ice juga menemukan artefak lain, seperti tekstil, di daerah ini, tetapi tidak ada yang setua sandal itu. Tim mengumumkan penemuan itu di Twitter pada 8 April 2022.
Sandal dan temuan lainnya, seperti kotoran kuda beku yang berasal dari Zaman Viking sekitar 800 hingga 1066 M, menunjukkan bahwa rute tersebut bisa digunakan manusia kuno melintasi gunung es menghubungkan pedalaman Norwegia ke pantai.
"Saya percaya orang-orang yang berjalan di rute ini kemungkinan besar tahu apa yang mereka lakukan. Mereka akan mengenakan sesuatu di dalam sandal ini yang membuatnya berfungsi. Mungkin potongan kain atau kulit binatang," kata Finstad kepada Science Norway, sebuah situs berita Norwegia.
BACA JUGA : Lamborghini Paling Murah Capai Produksi 20.000 Unit
Lihat Juga :